Selanjutnya, masih ada 3 hari ke depan di MDP ini
Berhubung udah malem, kapan2 di lanjut lagi yahhh
C u soon!
Friday, June 12, 2009
MDP First Day
Senin, 8 Juni 2009
Pagi ini dikejutkan dengan olahraga pagi yang diadakan jam 6. Kami semua senam dan lari keliling pekarangan plant. Lumayan juga, mengingat satu tahun penuh aku absen dari sabuga. Ngos-ngosan tapi sehat juga. Aku juga kaget karena aku juga diajari lagu lari seperti dulu,
Ayo lari Tiap pagi
Badan sehat Kuat kaki
Tentu saja dengan lirik yang diganti-ganti sesuai dengan keinginan pelatih.
Selanjutnya kami semua dipanggang di pekarangan plant untuk opening ceremony pada jam 10-11. Lalu kami makan siang di ruangan meeting dan dilanjutkan dengan acara lainnya, yaitu plant tour dan materi dari pihak manajemen.
Pada hari itu, kami berkenalan dengan menyebutkan nama, asal jurusan masing-masing dan tahun kelulusan pada awal kegiatan. Yah, lumayan juga jadi tahu beberapa nama peserta lainnya. Agak aneh juga sih berada di tengah-tengah mbak-mbak dan mas-mas yang akan bekerja dan semuanya sudah lulus. Untung saja, mayoritas diantara mereka fresh graduate, sehingga perbedaan umur kami hanya satu sampai dua tahun.
Hari itu ditutup dengan makan malam bersama di kantin, dan kemudian persiapan untuk hari berikutnya.
Pagi ini dikejutkan dengan olahraga pagi yang diadakan jam 6. Kami semua senam dan lari keliling pekarangan plant. Lumayan juga, mengingat satu tahun penuh aku absen dari sabuga. Ngos-ngosan tapi sehat juga. Aku juga kaget karena aku juga diajari lagu lari seperti dulu,
Ayo lari Tiap pagi
Badan sehat Kuat kaki
Tentu saja dengan lirik yang diganti-ganti sesuai dengan keinginan pelatih.
Selanjutnya kami semua dipanggang di pekarangan plant untuk opening ceremony pada jam 10-11. Lalu kami makan siang di ruangan meeting dan dilanjutkan dengan acara lainnya, yaitu plant tour dan materi dari pihak manajemen.
Pada hari itu, kami berkenalan dengan menyebutkan nama, asal jurusan masing-masing dan tahun kelulusan pada awal kegiatan. Yah, lumayan juga jadi tahu beberapa nama peserta lainnya. Agak aneh juga sih berada di tengah-tengah mbak-mbak dan mas-mas yang akan bekerja dan semuanya sudah lulus. Untung saja, mayoritas diantara mereka fresh graduate, sehingga perbedaan umur kami hanya satu sampai dua tahun.
Hari itu ditutup dengan makan malam bersama di kantin, dan kemudian persiapan untuk hari berikutnya.
Pra MDP
Minggu, 7 Juni 2009
Hari ini aku akan memulai training pra kerja praktek yang akan kulakukan di PT Polychem Indonesia Tbk. Awalnya aku dan temanku hanya apply untuk KP. Namun karena berbarengan dengan training untuk calon karyawan, maka aku dan Riris mengikuti training yang bernama MDP (Management Development Programme) tersebut.
Dimulai dengan perjalanan menuju Karawang, tempat dilaksanakan training tersebut. Aku diantar oleh orangtuaku dan supir. Sampai sana, aku langsung diarahkan untuk menuju mess tempat aku akan menginap. Sampai sana, ternyata rombongan yang seluruhnya berasal dari Malang sudah sampai. Tidak lama kemudian, Riris pun sampai dan kami pun berkenalan satu sama lain sampai berkumpul di kantin untuk melakukan gladi resik upacara pembukaan.
Ada 5 orang perempuan selain kami dan 18 orang laki-laki. Untuk perempuan, ada Mbak Fitri, Mbak Eli, Mbak Dian, Mbak Hilda dan Mbak Aida. Seluruh peserta yang jumlahnya 25 ada yang berasal dari teknik kimia, teknik sipil, teknik mesin, teknik elektro, psikologi, hukum dan akuntansi. Kebanyakan peserta berasal dari ITN Malang, dan sisanya ada yang berasal dari Politeknik Malang, ITS dan UMM. Seluruhnya akan mengikuti seleksi yang diadakan di rangkaian MDP yang dilaksanakan empat hari mulai tanggal 8-11 Juni 2009.
Di hari ini, kemudian kami berkumpul untuk membuat ikrar yang akan kami patuhi selama 4 hari ke depan dan membuat yel-yel MDP angkatan 2009. Selanjutnya kami melakukan PBB untuk gladi kotor closing ceremony esok hari dan briefing rangkaian acara. Yang aku kagetkan, aku diajari menyanyi lagu-lagu yang pernah kunyanyikan di SMA TN dulu. Kangen deh.
Selamat datang pahlawan muda
Lama nian kami rindu padamu
Bertahun-tahun berderai mata
Kini kita dapat berjumpa pula
Selanjutnya kami kembali ke mess untuk istirahat dan mandi dan makan malam yang dilakukan di kantin. Malam hari, aku habiskan dengan berkenalan satu sama lain terutama yang perempuan di mess.
Hari ini aku akan memulai training pra kerja praktek yang akan kulakukan di PT Polychem Indonesia Tbk. Awalnya aku dan temanku hanya apply untuk KP. Namun karena berbarengan dengan training untuk calon karyawan, maka aku dan Riris mengikuti training yang bernama MDP (Management Development Programme) tersebut.
Dimulai dengan perjalanan menuju Karawang, tempat dilaksanakan training tersebut. Aku diantar oleh orangtuaku dan supir. Sampai sana, aku langsung diarahkan untuk menuju mess tempat aku akan menginap. Sampai sana, ternyata rombongan yang seluruhnya berasal dari Malang sudah sampai. Tidak lama kemudian, Riris pun sampai dan kami pun berkenalan satu sama lain sampai berkumpul di kantin untuk melakukan gladi resik upacara pembukaan.
Ada 5 orang perempuan selain kami dan 18 orang laki-laki. Untuk perempuan, ada Mbak Fitri, Mbak Eli, Mbak Dian, Mbak Hilda dan Mbak Aida. Seluruh peserta yang jumlahnya 25 ada yang berasal dari teknik kimia, teknik sipil, teknik mesin, teknik elektro, psikologi, hukum dan akuntansi. Kebanyakan peserta berasal dari ITN Malang, dan sisanya ada yang berasal dari Politeknik Malang, ITS dan UMM. Seluruhnya akan mengikuti seleksi yang diadakan di rangkaian MDP yang dilaksanakan empat hari mulai tanggal 8-11 Juni 2009.
Di hari ini, kemudian kami berkumpul untuk membuat ikrar yang akan kami patuhi selama 4 hari ke depan dan membuat yel-yel MDP angkatan 2009. Selanjutnya kami melakukan PBB untuk gladi kotor closing ceremony esok hari dan briefing rangkaian acara. Yang aku kagetkan, aku diajari menyanyi lagu-lagu yang pernah kunyanyikan di SMA TN dulu. Kangen deh.
Selamat datang pahlawan muda
Lama nian kami rindu padamu
Bertahun-tahun berderai mata
Kini kita dapat berjumpa pula
Selanjutnya kami kembali ke mess untuk istirahat dan mandi dan makan malam yang dilakukan di kantin. Malam hari, aku habiskan dengan berkenalan satu sama lain terutama yang perempuan di mess.
Saturday, February 7, 2009
16 things about me
dari aplikasi Facebook, kumasukkan satu notes berantai ke sini.
Rules:
1. Once you’ve been tagged, you are supposed to write a note with 16 random things, facts, habits, or goals about you.
2. At the end, choose 16 people to be tagged.
3. You have to tag the person who tagged you.
4. If I tagged you, it’s because I want to know more about you.
--------------------------------------------------------------
16 things about me? Hmm, let's see..
1. Anak tunggal satu-satunya (ya iya lah) dari papa dan mamaku. Being alone for 20 years isn’t so good. Bagus, karena hidupku berkecukupan sekali, tidak bagus, karena rasanya sudah mati rasa dengan kesepian. Selalu punya cara untuk mengusir sepi, tapi tetap saja, being alone at home usually my plan in holidays.
2. Sosialis dan Unsos sekaligus. Satu sisi, aku suka dengan facebook, friendster, dan media2 networking seperti itu. Aku juga senang mengikuti berbagai acara reunian. Hanya saja, kadang aku agak sulit berteman dan malah cenderung amat sangat cuek dengan sekitar dalam dunia nyata. Kadang aku bisa sangat malas sekali menyapa temanku, namun kadang, aku ingin menyapa semua.. hahaha. Aneh tapi nyata.
3. Well organized. Itu salah satu kata andalanku saat menyebutkan sifat2 yang kupunya. Hampir di berbagai wawancara, aku selalu menjual hal ini kepada pewawancara. Aku suka membuat jadwal dan membuat urutan dari jadwal2 itu. Aku suka mencatat berbagai kegiatanku dan mengaturnya menjadi jadwal yang padat, dan berisi. Cocok jadi EO nih kayaknya..
4. Love something new. Sebenarnya, setiap tahun pergantian tahun pelajaran, merupakan waktu yang kutunggu-tunggu. Aku selalu excited (over-excited malah) dengan pergantian kelas, guru, asisten dan sebagainya. Bukan aku menunggu barengan dengan kecengan atau pacarku ya. Hanya, aku senang bertemu teman baru, mengenal karakter baru dan lagi-lagi, networking.
5. Moody. Salah satu kelemahan terbesarku adalah moody moodpecker (mengambil istilah dari kak nurbe). Gimana ya, aku gampang sekali bete oleh hal-hal kecil namun terkadang aku tidak terganggu oleh hal itu. Kadang aku mudah sekali senang karena hal sepele, namun mudah pula kesenangan itu hilang. Hahaha.. semangat yang bagaikan api menyala pun, mudah hilang ditelan bumi.
6. Love my society. I love my society. It’s really good to have somebody feel that you feel, do what you do and think what you thinking about. That’s why, I really appreciate them always. Teman sekelas, mana mungkin aku tak kenal seorang pun. Teman sekampung, mana mungkin aku tak ingat. Yah, hal-hal seperti itu lah.
7. Logical Person. Semua yang kupikirkan, selalu bermula dari logika yang baru selanjutnya dibumbui oleh emosi-emosi. Sampai rasanya aku bingung, mengapa cwe bisa sepertiku yah. Banyak teman pun yang bilang bahwa pola pikirku seperti cwo. Mungkin karena sejak kecil aku diajarkan pola pikir seperti itu mungkin..
8. Suka berhitung. Yah, bermula dari poin nomor 7, that’s why I really loves mathematics. Yes, I really do. My first, second and third calculus get A, B, and A. I love them. Bahkan, masalah kembalian habis makan aku dan teman-temanku, aku yang hitung, karena itu terjadi saja di kepalaku. Like puzzle, and I love puzzle too. Hohoho.
9. Hobi berfoto. Walau aku bukan orang yang berpenampilan manis, rapi dan berwajah cantik, tapi aku benar-benar suka berfoto. Bukan foto yang kayak orang-orang fotografi pake kamera CLR atau apalah itu. Foto sekeliling sangat kusukai. Rasanya, ingin mata ini menjadi kamera, agar semua yang kulihat, bisa didokumentasikan dengan baik. Aku sangat menghargai kenangan, sehingga ketika kenangan itu sudah terlewat, aku masih bisa melihatnya kembali dengan foto-foto itu.
10. Mudah menyukai orang. Hahahha.. emang nih, rada over-confidence. Yah, rasanya mudah dan senang saja akrab dengan cwo yang lucu dan bisa membuatku tertawa. Walau sebenarnya, nggak pakai hati kok. Kalau enggak, mana mungkin hubunganku dengan vani bisa sampai 2,5 tahun. He’s the best after all.
11. Senang menghapalkan tempat dan jalan. Lagi-lagi, tidak seperti kebanyakan cwe lainnya, aku suka sekali menghapalkan jalan, dan memikirkan (lagi2) rute tercepat menuju tujuan. Misalnya saja di kampus, dari TI ke Oktagon. Aku akan selalu memilih the shortest route dengan berbagai konstrain untuk menuju ke sana.
12. Manajemen Emosi. Aku orangnya agak emosian dan mudah meledak-ledak. Walau sekarang, cara meledakku sudah lebih terkontrol, karena menjadi orang yang emosian sama saja dengan orang yang akan kalah duluan. Tarik napas dalam dan use your logical to fight without emotion.
13. Suka tidur. Aku harus tidur minimal 7 jam dalam sehari, atau tidur siang 2 jam jika aku kurang tidur. Hal ini yang selalu membuatku under control di siang harinya, dan mampu konsentrasi mendengarkan dosen sepanjang hari. Hanya saja, jurusanku benar2 mengubahku sehingga jam tidurku benar-benar hancur berantakan. That’s why, kalo lg kurang tidur, tidur siangku tak bisa diganggu.
14. Pendendam. Semakin besar, aku makin sulit untuk meledak. Aku hanya akan marah dengan hal-hal yang sangat prinsipil yang berhubungan dengan diriku pribadi atau dengan komunitasku saja. Makanya, aku jadi agak susah melupakan kesalahan mereka dan cenderung pendendam. Hahaha, mungkin gak banyak yang taw, but that’s who am I.
15. Love a very happy ending story. Seems very childish, am I? Tapi aku bener2 suka banget sama sgala sesuatu yang happy ending, walaupun hidup tidak selalu seperti itu. Hehehehe. Aku suka banget sama cerita2 serial cantik yang hampir selalu happy ending. Aku juga amat suka dengan drama-drama romance yang romantis dan HARUS happy ending. Kalau nggak, tuh DVD bisa kubuang.
16. Sulit belajar bahasa dan menghapal. Mungkin karena kebalikan dari logical thinking ku yang baik, aku jadi sangat sulit menghapal dan belajar bahasa. Bahasa Inggrisku saja yang agak lumayan, namun nilai pelajaran bahasa Jepangku, sangat buruk. Bahasa Arab pun dulu, parah banget. Yang paling membantu dalam belajar bahasa atau menghapal, hanya jembatan keledai, yang memudahkan hapalan untuk diingat, dan puzzle antara bahasa-bahasa itu.
Rules:
1. Once you’ve been tagged, you are supposed to write a note with 16 random things, facts, habits, or goals about you.
2. At the end, choose 16 people to be tagged.
3. You have to tag the person who tagged you.
4. If I tagged you, it’s because I want to know more about you.
--------------------------------------------------------------
16 things about me? Hmm, let's see..
1. Anak tunggal satu-satunya (ya iya lah) dari papa dan mamaku. Being alone for 20 years isn’t so good. Bagus, karena hidupku berkecukupan sekali, tidak bagus, karena rasanya sudah mati rasa dengan kesepian. Selalu punya cara untuk mengusir sepi, tapi tetap saja, being alone at home usually my plan in holidays.
2. Sosialis dan Unsos sekaligus. Satu sisi, aku suka dengan facebook, friendster, dan media2 networking seperti itu. Aku juga senang mengikuti berbagai acara reunian. Hanya saja, kadang aku agak sulit berteman dan malah cenderung amat sangat cuek dengan sekitar dalam dunia nyata. Kadang aku bisa sangat malas sekali menyapa temanku, namun kadang, aku ingin menyapa semua.. hahaha. Aneh tapi nyata.
3. Well organized. Itu salah satu kata andalanku saat menyebutkan sifat2 yang kupunya. Hampir di berbagai wawancara, aku selalu menjual hal ini kepada pewawancara. Aku suka membuat jadwal dan membuat urutan dari jadwal2 itu. Aku suka mencatat berbagai kegiatanku dan mengaturnya menjadi jadwal yang padat, dan berisi. Cocok jadi EO nih kayaknya..
4. Love something new. Sebenarnya, setiap tahun pergantian tahun pelajaran, merupakan waktu yang kutunggu-tunggu. Aku selalu excited (over-excited malah) dengan pergantian kelas, guru, asisten dan sebagainya. Bukan aku menunggu barengan dengan kecengan atau pacarku ya. Hanya, aku senang bertemu teman baru, mengenal karakter baru dan lagi-lagi, networking.
5. Moody. Salah satu kelemahan terbesarku adalah moody moodpecker (mengambil istilah dari kak nurbe). Gimana ya, aku gampang sekali bete oleh hal-hal kecil namun terkadang aku tidak terganggu oleh hal itu. Kadang aku mudah sekali senang karena hal sepele, namun mudah pula kesenangan itu hilang. Hahaha.. semangat yang bagaikan api menyala pun, mudah hilang ditelan bumi.
6. Love my society. I love my society. It’s really good to have somebody feel that you feel, do what you do and think what you thinking about. That’s why, I really appreciate them always. Teman sekelas, mana mungkin aku tak kenal seorang pun. Teman sekampung, mana mungkin aku tak ingat. Yah, hal-hal seperti itu lah.
7. Logical Person. Semua yang kupikirkan, selalu bermula dari logika yang baru selanjutnya dibumbui oleh emosi-emosi. Sampai rasanya aku bingung, mengapa cwe bisa sepertiku yah. Banyak teman pun yang bilang bahwa pola pikirku seperti cwo. Mungkin karena sejak kecil aku diajarkan pola pikir seperti itu mungkin..
8. Suka berhitung. Yah, bermula dari poin nomor 7, that’s why I really loves mathematics. Yes, I really do. My first, second and third calculus get A, B, and A. I love them. Bahkan, masalah kembalian habis makan aku dan teman-temanku, aku yang hitung, karena itu terjadi saja di kepalaku. Like puzzle, and I love puzzle too. Hohoho.
9. Hobi berfoto. Walau aku bukan orang yang berpenampilan manis, rapi dan berwajah cantik, tapi aku benar-benar suka berfoto. Bukan foto yang kayak orang-orang fotografi pake kamera CLR atau apalah itu. Foto sekeliling sangat kusukai. Rasanya, ingin mata ini menjadi kamera, agar semua yang kulihat, bisa didokumentasikan dengan baik. Aku sangat menghargai kenangan, sehingga ketika kenangan itu sudah terlewat, aku masih bisa melihatnya kembali dengan foto-foto itu.
10. Mudah menyukai orang. Hahahha.. emang nih, rada over-confidence. Yah, rasanya mudah dan senang saja akrab dengan cwo yang lucu dan bisa membuatku tertawa. Walau sebenarnya, nggak pakai hati kok. Kalau enggak, mana mungkin hubunganku dengan vani bisa sampai 2,5 tahun. He’s the best after all.
11. Senang menghapalkan tempat dan jalan. Lagi-lagi, tidak seperti kebanyakan cwe lainnya, aku suka sekali menghapalkan jalan, dan memikirkan (lagi2) rute tercepat menuju tujuan. Misalnya saja di kampus, dari TI ke Oktagon. Aku akan selalu memilih the shortest route dengan berbagai konstrain untuk menuju ke sana.
12. Manajemen Emosi. Aku orangnya agak emosian dan mudah meledak-ledak. Walau sekarang, cara meledakku sudah lebih terkontrol, karena menjadi orang yang emosian sama saja dengan orang yang akan kalah duluan. Tarik napas dalam dan use your logical to fight without emotion.
13. Suka tidur. Aku harus tidur minimal 7 jam dalam sehari, atau tidur siang 2 jam jika aku kurang tidur. Hal ini yang selalu membuatku under control di siang harinya, dan mampu konsentrasi mendengarkan dosen sepanjang hari. Hanya saja, jurusanku benar2 mengubahku sehingga jam tidurku benar-benar hancur berantakan. That’s why, kalo lg kurang tidur, tidur siangku tak bisa diganggu.
14. Pendendam. Semakin besar, aku makin sulit untuk meledak. Aku hanya akan marah dengan hal-hal yang sangat prinsipil yang berhubungan dengan diriku pribadi atau dengan komunitasku saja. Makanya, aku jadi agak susah melupakan kesalahan mereka dan cenderung pendendam. Hahaha, mungkin gak banyak yang taw, but that’s who am I.
15. Love a very happy ending story. Seems very childish, am I? Tapi aku bener2 suka banget sama sgala sesuatu yang happy ending, walaupun hidup tidak selalu seperti itu. Hehehehe. Aku suka banget sama cerita2 serial cantik yang hampir selalu happy ending. Aku juga amat suka dengan drama-drama romance yang romantis dan HARUS happy ending. Kalau nggak, tuh DVD bisa kubuang.
16. Sulit belajar bahasa dan menghapal. Mungkin karena kebalikan dari logical thinking ku yang baik, aku jadi sangat sulit menghapal dan belajar bahasa. Bahasa Inggrisku saja yang agak lumayan, namun nilai pelajaran bahasa Jepangku, sangat buruk. Bahasa Arab pun dulu, parah banget. Yang paling membantu dalam belajar bahasa atau menghapal, hanya jembatan keledai, yang memudahkan hapalan untuk diingat, dan puzzle antara bahasa-bahasa itu.
Sunday, January 4, 2009
wisata kuliner
Aku, merupakan salah satu bagian dari keramaian tiap tahun saat Lebaran. Ya, mudik merupakan rutinitas andalanku setiap tahunnya. Seru dan melelahkan, itulah kesanku. Namun, banyak hal yang dapat dilakukan saat mudik. Yak, apalagi kalau bukan wisata kuliner. Berikut adalah salah satu rumah makan yang dapat dikunjungi di berbagai kota dengan rasa jempolan:
1. Pesona Laut Jalan Raya Indramayu: Di tempat ini, sudah pasti menyajikan makanan seafood khas pinggir pantai yang segar. Letaknya di Jalan Raya Indamayu, sebelum pertigaan Indramayu-Cirebon dari arah Jakarta. Wah, maknyus deh pokoknya. Tapi siap-siap bersabar saja karena ramai pengunjung. Namun tampaknya ia sudah berjaga-jaga akan hal ini, sehingga waktu menunggu nya tidak terlalu lama kok.
2. Kuning Ayu Indramayu: Kalau tempat makan ini letaknya di Indramayu. Menu andalannya adalah ayam goreng, sayur asem, dan soto. Pelayanannya cepat, dan tidak pernah sepi. Untuk para pemudik, cocok juga karena tempat ini dilengkapi mesjid yang bagus, dan bersih.
3. H. Moi Jalan Raya Tegal: Letaknya menuju kota Tegal, dekat Jembatan. Menu andalannya sate kambing dan gulainya. Yummy dan sedap. Lagi-lagi siap-siap saja akan ramainya. Sambil menunggu, sedap juga mencium asap satenya dahulu (apa sih Septine.. Hahhaha).
4. H. Mul Cirebon: Kalau rumah makan ini, banyak sekali terdapat cabangnya di Cirebon. Menu andalannya seafood segar ala pantai. Maknyus sekali kepiting saus padangnya. Kalau jam makan siang, hati-hati ramai saja. Namun, ia buka hingga malam, sehingga kalau datang di sore hari, cukup sepi kok.
5. Mbok Sador Simpang Lima: Menu andalan mbok yang satu ini adalah pecelnya. Biasanya buka saat malam bahkan ketika sahur pun masih ada. Seru sekali makan di malam atau sahur ketika puasa, bersama dengan pedagang-pedagang makanan yang lain.
6. Ninit Magelang: Letaknya di kota Magelang dekat pasar yang dekat Hero (lupa namanya). Di sana menu andalannya adalah ayam goreng yang dimasak hingga tulangnya lunak sekali. Bagi seluruh alumni TN, rasanya pasti sudah mengenal rumah makan yang satu ini.
7. Solo Ria Sragen: Letaknya tepat di kota Sragen, di jalan rayanya. Menu andalannya adalah ayam goreng dan ikan bakarnya. Rumah makan ini juga menyediakan bentuk lesehan bagi para keluarga. Buka sesiangan hingga sore. Sambelnya, Yummy,,
8. Nyoto Roso Alas Roban: Hutan yang letaknya setelah Batang Pekalongan, sebelum Kendal. Diantaranya ada rumah makan ini yang menu andalannya adalah Ayam Goreng dan sayur asemnya yang bening sekali. Rasa belimbing wuluh yang segar enak sekali dikonsumsi ketika lapar. Nyamnyam.. Biasa buka di siang dan malam hari.
9. Cindelaras Muntilan: Rumah makan ini juga menyajikan berbagai menu. Sebenernya nggak taw juga yang paling enak apa. Tapi pernah nyobain ayam gorengnya enak juga, kalau temen suka banget sama opornya. Kalau siang rame banget.
10. SGPC Yogyakarta: Sego pecel ini letaknya di sekitar selokan mataram. Rasanya tidak terlalu pedas bagi para pembenci pedas. Lauknya pun ada macam-macam, mulai telur ceplok, tempe, sate telur puyuh, bakwan, gorengan, dsb. Suasananya klasik dan sering diramaikan oleh satu pengamen yang membuat suasana makin ramai.
11. Gudeg H. Amad Yogyakarta: Yah, menu andalannya apalagi kalau bukan gudeg. Kreceknya, maknyus.. Letaknya di sekitar selokan Mataram. Hati-hati kalau siang rame banget.
12. Baso Wong Duro Kepanjen Malang: Baso yang satu ini rasanya maknyus dan baso banget. Letaknya hanya ada di Jalan Raya Kepanjen-Malang dekat pom bensin. Selalu dipenuhi oleh pengunjung. Namun tenang, baru duduk, pasti baksonya sudah datang. Nyamnyam..
13. Sup Ikan Sanur Bali: Lupa namanya.. Cuma sudah terkenal sekali kok. Letaknya di dekat pantai Sanur. Jadi, sebelum berkunjung ke pantai Sanur, boleh juga sarapan di sana, mumpung belum begitu ramai. Enak dan segar sekali kuahnya dan juga ikannya.
Hahaha.. sambil menuliskan ini, aku sambil membayangkannya satu persatu. Sedap dan jadi lapar. Sekian dulu deh. Semoga bermanfaat bagi para traveler. Tips terakhir, kalau bingung cari tempat makan, datangi saja yang ramai, insya Allah rasanya tidak akan terlalu buruk.
Sekian.
1. Pesona Laut Jalan Raya Indramayu: Di tempat ini, sudah pasti menyajikan makanan seafood khas pinggir pantai yang segar. Letaknya di Jalan Raya Indamayu, sebelum pertigaan Indramayu-Cirebon dari arah Jakarta. Wah, maknyus deh pokoknya. Tapi siap-siap bersabar saja karena ramai pengunjung. Namun tampaknya ia sudah berjaga-jaga akan hal ini, sehingga waktu menunggu nya tidak terlalu lama kok.
2. Kuning Ayu Indramayu: Kalau tempat makan ini letaknya di Indramayu. Menu andalannya adalah ayam goreng, sayur asem, dan soto. Pelayanannya cepat, dan tidak pernah sepi. Untuk para pemudik, cocok juga karena tempat ini dilengkapi mesjid yang bagus, dan bersih.
3. H. Moi Jalan Raya Tegal: Letaknya menuju kota Tegal, dekat Jembatan. Menu andalannya sate kambing dan gulainya. Yummy dan sedap. Lagi-lagi siap-siap saja akan ramainya. Sambil menunggu, sedap juga mencium asap satenya dahulu (apa sih Septine.. Hahhaha).
4. H. Mul Cirebon: Kalau rumah makan ini, banyak sekali terdapat cabangnya di Cirebon. Menu andalannya seafood segar ala pantai. Maknyus sekali kepiting saus padangnya. Kalau jam makan siang, hati-hati ramai saja. Namun, ia buka hingga malam, sehingga kalau datang di sore hari, cukup sepi kok.
5. Mbok Sador Simpang Lima: Menu andalan mbok yang satu ini adalah pecelnya. Biasanya buka saat malam bahkan ketika sahur pun masih ada. Seru sekali makan di malam atau sahur ketika puasa, bersama dengan pedagang-pedagang makanan yang lain.
6. Ninit Magelang: Letaknya di kota Magelang dekat pasar yang dekat Hero (lupa namanya). Di sana menu andalannya adalah ayam goreng yang dimasak hingga tulangnya lunak sekali. Bagi seluruh alumni TN, rasanya pasti sudah mengenal rumah makan yang satu ini.
7. Solo Ria Sragen: Letaknya tepat di kota Sragen, di jalan rayanya. Menu andalannya adalah ayam goreng dan ikan bakarnya. Rumah makan ini juga menyediakan bentuk lesehan bagi para keluarga. Buka sesiangan hingga sore. Sambelnya, Yummy,,
8. Nyoto Roso Alas Roban: Hutan yang letaknya setelah Batang Pekalongan, sebelum Kendal. Diantaranya ada rumah makan ini yang menu andalannya adalah Ayam Goreng dan sayur asemnya yang bening sekali. Rasa belimbing wuluh yang segar enak sekali dikonsumsi ketika lapar. Nyamnyam.. Biasa buka di siang dan malam hari.
9. Cindelaras Muntilan: Rumah makan ini juga menyajikan berbagai menu. Sebenernya nggak taw juga yang paling enak apa. Tapi pernah nyobain ayam gorengnya enak juga, kalau temen suka banget sama opornya. Kalau siang rame banget.
10. SGPC Yogyakarta: Sego pecel ini letaknya di sekitar selokan mataram. Rasanya tidak terlalu pedas bagi para pembenci pedas. Lauknya pun ada macam-macam, mulai telur ceplok, tempe, sate telur puyuh, bakwan, gorengan, dsb. Suasananya klasik dan sering diramaikan oleh satu pengamen yang membuat suasana makin ramai.
11. Gudeg H. Amad Yogyakarta: Yah, menu andalannya apalagi kalau bukan gudeg. Kreceknya, maknyus.. Letaknya di sekitar selokan Mataram. Hati-hati kalau siang rame banget.
12. Baso Wong Duro Kepanjen Malang: Baso yang satu ini rasanya maknyus dan baso banget. Letaknya hanya ada di Jalan Raya Kepanjen-Malang dekat pom bensin. Selalu dipenuhi oleh pengunjung. Namun tenang, baru duduk, pasti baksonya sudah datang. Nyamnyam..
13. Sup Ikan Sanur Bali: Lupa namanya.. Cuma sudah terkenal sekali kok. Letaknya di dekat pantai Sanur. Jadi, sebelum berkunjung ke pantai Sanur, boleh juga sarapan di sana, mumpung belum begitu ramai. Enak dan segar sekali kuahnya dan juga ikannya.
Hahaha.. sambil menuliskan ini, aku sambil membayangkannya satu persatu. Sedap dan jadi lapar. Sekian dulu deh. Semoga bermanfaat bagi para traveler. Tips terakhir, kalau bingung cari tempat makan, datangi saja yang ramai, insya Allah rasanya tidak akan terlalu buruk.
Sekian.
Reunian SD
Kemarin aku bertemu dengan teman-temanku. Bukan hanya teman biasa, namun teman SD ku, teman yang mayoritas terakhir kali kulihat 8 tahun yang lalu, ketika masih SD.
SD ku adalah SD Negeri Polisi 5, yang letaknya di pusat kota, dekat kantor polisi memang (mungkin itu alasan nama SD ku yang bernama polisi), bersebelahan dengan SD Negeri Polisi 4 dan berdekatan dengan SD Negeri Polisi 2 dan 3. Dulu, gedung sekolah kami hanya terdiri dari 2 lantai, dengan dua kamar mandi di dalamnya, ruang kelas yang mungkin hanya ada 6 (yang membuat kami harus masuk bergiliran, pagi dan siang), ruang guru, ruang kepala sekolah, koperasi, dan satu perpustakaan yang letaknya agak terpisah dari gedung utama kami. Lapangan yang kami miliki pun, seperti kata Rizky, hanya memiliki lebar beberapa meter dan panjang yang bermeter-meter, yang kalau kata Papa Saya, sampai-sampai sulit rasanya untuk menghormat ketika upacara lantaran sangat sempit sekali dibandingkan dengan jumlah siswanya yang banyak.
Kelas kami hanya ada dua satu angkatannya, yaitu kelas A dan B yang proporsi personilnya tidak berganti-ganti setiap tahun alias, tetap selama 6 tahun. Makanya, jangan heran kalau kami sangat dekat satu sama lain. Jumlahnya pun banyak dibandingkan dengan kelasnya yang kecil yaitu 45an orang, sampai kami harus duduk bertiga satu bangkunya dengan kipas angin yang ada di setiap kelas, yang selalu kuhindari karena takut jatuh.. Hahaha..
Setelah beberapa tahun, aku mulai menemukan kembali teman-teman yang sangat lama tidak kulihat, maklum saja, aku sempat SMA di luar kota, yang semakin membuatku kehilangan kesempatan bertemu dengan mereka. Melalui facebook, aku mulai berhubungan kembali dengan teman-teman semua, dan mulai menginisiasi untuk berkumpul saat liburan tiba, dan itu adalah hari kemarin.
Dengan meeting point di foodcourt ekalos pukul 11.00, aku mulai menunggu teman-teman yang belum datang. Satu persatu kuhubungi, dan mulailah Rizky, Arifin, Dimas, dan Angga pun datang, Lalu datang Manik, Keke, dan rombongan Reza, Didit dan Pacar Didit alias Anggi. Lalu mulai pula datang rombongan Kaista, Mega, Anggun, dan Ayu diselingi kedatangan Annisa, Angga, Indra, Putri. Terakhir, datanglah Kemal dan Febby yang terlambat.
Waktu dari jam 11 sampai jam 3 pun rasanya berlalu dengan cepat. Sembari membahas berbagai kejadian konyol kami saat SD. Lalu, Febby pun mengusulkan untuk berkunjung ke rumah Bapak Untung, wali kelas kami kelas 6 yang kebetulan rumahnya tidak jauh dari tempat kami berkumpul. Dengan kendaraan yang dibawa, beberapa dari kami yang belum pulang pun langsung meluncur ke sana.
Di rumah Pak Untung, kami disuguhi teh botol dan kemudian mengenang masa lalu yaitu ketika menjelang ebtanas, kami membuat catatan yang berbentuk gulungan kertas yang sangat panjang dan juga cerdas cermat di kelas setiap harinya. Kami kemudian sempat cerdas cermat, yang bahkan herannya mampu dijawab oleh teman-teman lainnya. *heran banget. Pak Untung: “Siapa yang menggali terusan Panama?”. Semua kebingungan sampai Rizky menjawab “Ferdinand de Lesseps”
Ampunnn.. Diteruskan dengan tebak-tebakan ibukota Pakistan, Suriname, dan lainnya yang mampu dijawab Febby dengan cepat. Haduh, baru sadar, long term memory ku tidak bagus yah? Miris.. Hahaha.
Lalu ditutup dengan foto bersama dan lanjut ke acara selanjutnya, makan-makan di McD sambil menunggu hujan reda. Di sana lebih gila lagilah ngobrolnya, mulai dari ngomongi trio Danio, Ramdan dan Indra yang dulu kerjaannya mukul-mukul meja dan segudang kegilaan saat SD. Selain itu juga sempet ngobrol-ngobrol mengenai kelanjutan studi kami yang berbeda-beda. Mulai dari Kaista yang di Fikom Unpad (Dia juga sering ngajar buat jadi penyiar gitu, bolak balik Bandung-Nangor.. Wow.. Hebat banget), Kemal di Perkapalan UI, Putri di Sekretaris Tarakanita, Didit di Manajemen IPB, dan lainnya.. Seru sekali.
Rasanya berat ketika harus berpisah pulang. Tapi tenang saja, masih ada reunian babak kedua. Semoga acara nanti bisa berlangsung lebih sukses. Amin.
SD ku adalah SD Negeri Polisi 5, yang letaknya di pusat kota, dekat kantor polisi memang (mungkin itu alasan nama SD ku yang bernama polisi), bersebelahan dengan SD Negeri Polisi 4 dan berdekatan dengan SD Negeri Polisi 2 dan 3. Dulu, gedung sekolah kami hanya terdiri dari 2 lantai, dengan dua kamar mandi di dalamnya, ruang kelas yang mungkin hanya ada 6 (yang membuat kami harus masuk bergiliran, pagi dan siang), ruang guru, ruang kepala sekolah, koperasi, dan satu perpustakaan yang letaknya agak terpisah dari gedung utama kami. Lapangan yang kami miliki pun, seperti kata Rizky, hanya memiliki lebar beberapa meter dan panjang yang bermeter-meter, yang kalau kata Papa Saya, sampai-sampai sulit rasanya untuk menghormat ketika upacara lantaran sangat sempit sekali dibandingkan dengan jumlah siswanya yang banyak.
Kelas kami hanya ada dua satu angkatannya, yaitu kelas A dan B yang proporsi personilnya tidak berganti-ganti setiap tahun alias, tetap selama 6 tahun. Makanya, jangan heran kalau kami sangat dekat satu sama lain. Jumlahnya pun banyak dibandingkan dengan kelasnya yang kecil yaitu 45an orang, sampai kami harus duduk bertiga satu bangkunya dengan kipas angin yang ada di setiap kelas, yang selalu kuhindari karena takut jatuh.. Hahaha..
Setelah beberapa tahun, aku mulai menemukan kembali teman-teman yang sangat lama tidak kulihat, maklum saja, aku sempat SMA di luar kota, yang semakin membuatku kehilangan kesempatan bertemu dengan mereka. Melalui facebook, aku mulai berhubungan kembali dengan teman-teman semua, dan mulai menginisiasi untuk berkumpul saat liburan tiba, dan itu adalah hari kemarin.
Dengan meeting point di foodcourt ekalos pukul 11.00, aku mulai menunggu teman-teman yang belum datang. Satu persatu kuhubungi, dan mulailah Rizky, Arifin, Dimas, dan Angga pun datang, Lalu datang Manik, Keke, dan rombongan Reza, Didit dan Pacar Didit alias Anggi. Lalu mulai pula datang rombongan Kaista, Mega, Anggun, dan Ayu diselingi kedatangan Annisa, Angga, Indra, Putri. Terakhir, datanglah Kemal dan Febby yang terlambat.
Waktu dari jam 11 sampai jam 3 pun rasanya berlalu dengan cepat. Sembari membahas berbagai kejadian konyol kami saat SD. Lalu, Febby pun mengusulkan untuk berkunjung ke rumah Bapak Untung, wali kelas kami kelas 6 yang kebetulan rumahnya tidak jauh dari tempat kami berkumpul. Dengan kendaraan yang dibawa, beberapa dari kami yang belum pulang pun langsung meluncur ke sana.
Di rumah Pak Untung, kami disuguhi teh botol dan kemudian mengenang masa lalu yaitu ketika menjelang ebtanas, kami membuat catatan yang berbentuk gulungan kertas yang sangat panjang dan juga cerdas cermat di kelas setiap harinya. Kami kemudian sempat cerdas cermat, yang bahkan herannya mampu dijawab oleh teman-teman lainnya. *heran banget. Pak Untung: “Siapa yang menggali terusan Panama?”. Semua kebingungan sampai Rizky menjawab “Ferdinand de Lesseps”
Ampunnn.. Diteruskan dengan tebak-tebakan ibukota Pakistan, Suriname, dan lainnya yang mampu dijawab Febby dengan cepat. Haduh, baru sadar, long term memory ku tidak bagus yah? Miris.. Hahaha.
Lalu ditutup dengan foto bersama dan lanjut ke acara selanjutnya, makan-makan di McD sambil menunggu hujan reda. Di sana lebih gila lagilah ngobrolnya, mulai dari ngomongi trio Danio, Ramdan dan Indra yang dulu kerjaannya mukul-mukul meja dan segudang kegilaan saat SD. Selain itu juga sempet ngobrol-ngobrol mengenai kelanjutan studi kami yang berbeda-beda. Mulai dari Kaista yang di Fikom Unpad (Dia juga sering ngajar buat jadi penyiar gitu, bolak balik Bandung-Nangor.. Wow.. Hebat banget), Kemal di Perkapalan UI, Putri di Sekretaris Tarakanita, Didit di Manajemen IPB, dan lainnya.. Seru sekali.
Rasanya berat ketika harus berpisah pulang. Tapi tenang saja, masih ada reunian babak kedua. Semoga acara nanti bisa berlangsung lebih sukses. Amin.
Sunday, December 21, 2008
Apa yang harus selalu kau bawa?
Barang apa yang selalu ada di tas mu?
Kalau pertanyaan itu ditujukan padaku, ada tiga benda yang selalu wajib kubawa, yaitu:
1. Handphone: Rasanya agak berlebihan juga ya kalau handphone itu termasuk barang primer, hanya saja, aku hampir tidak bisa terlepas dari handphone. Tugas-tugas kelompok di Teknik Industri, selalu membuatku harus bisa berhubungan dengan seluruh teman-temanku, di samping pacar ya. Hehehe. Handphone sonyericsson K770i warna coklat punyaku, sudah dipenuhi oleh 699 nomor, dari 1000 tempat yang tersedia, dan disertai kamera 3.2 MP yang bisa digunakan di berbagai kondisi. Mau urusan apapun, tinggal klik. Ikastara bandung, oke, tugas PTI atau OR, oke, atau bahkan mama dan papa. Selain itu, telkomsel flash ku yang aktif, praktis digunakan di mana saja. Tinggal colok ke laptop, nyala deh. Bener-bener handphone multifungsi, yaitu GPRS, SMS, telepon, bahkan reminder. Kalau handphone esiaku, masih berada di posisi dua, dengan merek Samsung. Ada kamera VGA juga, dan mampu menampung 1000 nomor dengan yang sudah terisi 300 nomor. Benar-benar murah dengan nomor esia di dalamnya. Kayaknya, kalau mau cari sponsor, anak TI ITB harus ke esia, karena lebih dari 50% mahasiswanya menggunakan esia.
2. Dompet: Ya iyalah. Gimana mau makan, kalau uang aja nggak ada. Wajarkan kalau dompet merupakan barang wajib bawa. Dompet selalu berisikan uang cash sekitar 100 ribu aja udah cukup, dan jangan lupa ATM buat kalau mau hedon. (hahaha.. Padahal ga pernah ada isinya :P). Selain ATM dan uang cash, sertakan juga uang receh buat pengamen, KTP yang masih aktif dan juga SIM.
3. Payung: Entah mengapa, karena bogor sering hujan, aku selalu terbiasa membawa payung ke mana pun. Rasanya bete aja, kalau misalnya hujan turun, aku harus menunggu sampai reda, mendingan terobos saja, tentu saja dengan payung. Yah, kalau memang kira-kira akan pulang agak malam, jangan lupa ditambah jaket. Bandung yang terkenal dengan dinginnya, memang tidak main-main dengan udara dinginnya dan sering hujan juga ternyata. So, sedia payung sebelum hujan.
Bagaimana dengan kamu? Apa yang selalu ada dalam tasmu??
Kalau pertanyaan itu ditujukan padaku, ada tiga benda yang selalu wajib kubawa, yaitu:
1. Handphone: Rasanya agak berlebihan juga ya kalau handphone itu termasuk barang primer, hanya saja, aku hampir tidak bisa terlepas dari handphone. Tugas-tugas kelompok di Teknik Industri, selalu membuatku harus bisa berhubungan dengan seluruh teman-temanku, di samping pacar ya. Hehehe. Handphone sonyericsson K770i warna coklat punyaku, sudah dipenuhi oleh 699 nomor, dari 1000 tempat yang tersedia, dan disertai kamera 3.2 MP yang bisa digunakan di berbagai kondisi. Mau urusan apapun, tinggal klik. Ikastara bandung, oke, tugas PTI atau OR, oke, atau bahkan mama dan papa. Selain itu, telkomsel flash ku yang aktif, praktis digunakan di mana saja. Tinggal colok ke laptop, nyala deh. Bener-bener handphone multifungsi, yaitu GPRS, SMS, telepon, bahkan reminder. Kalau handphone esiaku, masih berada di posisi dua, dengan merek Samsung. Ada kamera VGA juga, dan mampu menampung 1000 nomor dengan yang sudah terisi 300 nomor. Benar-benar murah dengan nomor esia di dalamnya. Kayaknya, kalau mau cari sponsor, anak TI ITB harus ke esia, karena lebih dari 50% mahasiswanya menggunakan esia.
2. Dompet: Ya iyalah. Gimana mau makan, kalau uang aja nggak ada. Wajarkan kalau dompet merupakan barang wajib bawa. Dompet selalu berisikan uang cash sekitar 100 ribu aja udah cukup, dan jangan lupa ATM buat kalau mau hedon. (hahaha.. Padahal ga pernah ada isinya :P). Selain ATM dan uang cash, sertakan juga uang receh buat pengamen, KTP yang masih aktif dan juga SIM.
3. Payung: Entah mengapa, karena bogor sering hujan, aku selalu terbiasa membawa payung ke mana pun. Rasanya bete aja, kalau misalnya hujan turun, aku harus menunggu sampai reda, mendingan terobos saja, tentu saja dengan payung. Yah, kalau memang kira-kira akan pulang agak malam, jangan lupa ditambah jaket. Bandung yang terkenal dengan dinginnya, memang tidak main-main dengan udara dinginnya dan sering hujan juga ternyata. So, sedia payung sebelum hujan.
Bagaimana dengan kamu? Apa yang selalu ada dalam tasmu??
Subscribe to:
Posts (Atom)