Monday, April 3, 2017

pray for something I do not know

have you ever pray for something that you do not really know exactly, whether it is good or not, whether you will need or not. it is just you want it so bad, and it feels like it belongs to you.

well recently I have mine. lol. do not why.

Friday, January 20, 2017

tips traveling ketika winter

heyhooo,
lama gak posting yang agak ringan dan berguna. kemarin gue dapat kesempatan untuk travel, cuma bedanya kali ini pas winter. ternyata banyaaaaak banget hal yang berbeda kalau travel pas winter. pro traveling pas winter, biasanya tempat wisata jadi lbh sepi wisatawan dibandingkan musim lainnya, daaaaan, tempat-tempat yang kita kunjungin jadi beda dan bisa jadi lebih indah.

berikut yang mesti diperhatikan:
1. winter dimanapun tetap saja winter. dingin. bisa sampai subzero suhunya. pelajari betul berapa suhu di daerah yang mau kita kunjungi, berapa real feelnya, dan ada salju atau nggak. masalah salju ini akan sangat berdampak terutama dengan outfit dan strategi atau itinerary yang akan dijalani.
2. outfit. ini tentu saja yaa hal terpenting dari semua perjalanan ketika winter. setelah cek suhu tujuannya, jangan lupa persiapkan coat, dan aksesoris seperti scarf, gloves, earmuff/topi/beanie dan sepatu. pokonya head, hand, and foot harus hangat supaya nggak kena hipotermia.
kalau di daerah salju, jangan lupa pastiin klo smuanya waterproof (kecuali scarf kali yaa krn biasanya ketutup sama coat). daaaan, kalau bisa sih coatnya juga sesuai bisa tahan sampai suhu lokasi yang tujuannya. pengalaman beli coat di Indo, kayaknya nggak ada yang beneran tahan buat winter di US sini kalau sampai di bawah -5 derajat celcius.
saran gue berikutnya, wear layers. yang pasti setelah underwear, pakai thermal underwear atau longjohn. lalu pakai celana dan kemeja yang nyaman dan hangat misalnya dari bahan flannel atau sweater, baru dibungkus pakai coat. untuk sepatu, pilih juga yang antislip karena jalanan habis snow biasanya super licin. kalaupun nggak ada salju, air yang ada dijalanan bisa sampai beku saking dinginnya, dan bikin jalan jadi superlicin. pakai sepatu khusus untuk winter sangat disarankan. pokonya outfit ini paling penting dalam travelling pas winter ini. tetap kenyamanan dan kehangatan nomor satu. jangan sampe gara-gara gaya, malahan jadi sakit atau menggigil spanjang jalan.
3. itinerary harus disesuaikan. suhu di bawah 10 derajat itu bikin pusing kalau kelamaan di luar ruangan. atur itinerary dengan kombinasi tempat-tempat indoor spt museum, perpustakaan, gedung, mall, dan sebagainya supaya tetap masih enjoy di sepanjang liburannya. pastiin juga tempat makan yang mau dikunjungi punya tempat untuk makannya (karena kadang bbrp tempat makan hanya menawarkan takeaway dan kita nggak bisa dine in). maksimum outdoor pas winter kira-kira 2 jam.
selalu cek perkiraan cuaca setiap harinya. begitu ada snow storm atau turun salju, pilih aktivitas indoor karena susah banget jalan ketika turun salju, walaupun terkadang suhunya jadi lebih hangat.
4. jaga kesehatan. apalagi buat yang mendadak dari Indo, jangan lupa bawa persiapan buat jaga kesehatan semacam vitamin, tolak angin, atau minyak kayu putih. kalau ditaruh di bagasi, boleh kok barang-barang ini dibawa. vitamin ada baiknya diminum tiap hari supaya badan tetap fit dan bisa tetep enjoy liburannya.
5. berhubung winter, baterai gadget akan lebih cepat habis kalau ditaruh di luar atau kena udara dingin. jadi usahakan handphone/kamera ditaruh di tempat yang hangat misalnya dalam tas atau saku yang dekat dengan badan. lalu jangan lupa bawa powerbank dan charger untuk backup sumber energi. dan bawa backup peta atau jadwal transportasi terutama yang travelling mandiri/tanpa tour just in case smua gadget mati.
6. tetap aware dan jangan meleng. orang jahat dimana mana banyak. kadang karena winter itu jauh lebih dingin dari yang biasa kita alami di Indo, jadinya kita suka menurun kesadaran saking dinginnya. begitu ngerasa sulit konsen, langsung cari tempat indoor yang aman.
7. cek jadwal sholat buat temans yang muslim. nah berhubung winter, ada dampak ke lamanya siang. hal ini membuat jangan lupa cek jadwal sholat. kadang, jam 4 udh masuk magrib, jadi jangan sampai ketinggalan zuhur-asharnya.
8. dan yang terpenting, jangan ngoyo. kalau ada tempat yang gak kekejar, ikhlasin aja. travelling pas winter itu mmg jauh lebih berat dibanding pas musim lainnya.

begitu kira-kira tipsnya. tapi tetep kok, bbrp tempat indah banget kalau winter. berikut salah satu foto central park, NY di kala winter.
Central Park, NY. Januari 2017.
happy holiday!

Saturday, January 14, 2017

what happen to Indonesia?

berhubung sedang tidak di Indonesia, saya berkesempatan melihat Indonesia dari jauh. lama-lama miris baca artikel-artikel dan postingan teman-teman inner circle saya.
salah satu dampak dari teknologi sedang terjadi pada masyarakat dan semua orang sedang belajar untuk menjadi dewasa. 
saya cuma berharap, semua orang semakin bijak dalam mempelajari segala sesuatu, dan tetap mau membaca. Google is only one click away, and I hope people ask to it before posting or believing something.

sementara saya, saya cuma berharap supaya saya tambah pintar supaya saya bisa memberikan argumen positif dan menyebarkan kebaikan. supaya saya punya dasar untuk mengajari orang-orang di sekitar saya. supaya at least, orang-orang di sekitar saya bisa lebih baik.

salam manis dari negeri paman Sam yang juga sedang ricuh menjelang pergantian Presidennya.

Monday, December 26, 2016

Why You Should Study Abroad

Hi people!

Akhirnya semester pertama dari program master saya selesai. Plis jangan tanya gimana, hahaha. Banyak banget hal yang perlu dipelajari dan disesuaikan alias adaptasi. But it was okay.
Anyway,
Yang mau diceritain kali ini bukan bagian kuliahnya ya. Tapi saya mau cerita kelebihan dari sekolah di luar negeri. Jadi kalau teman-teman punya kesempatan, harus diambil.
1. Pengalaman Tinggal di Tempat Baru
Pengalaman ini totally beda sama kalau dulu teman-teman ngekos di kota lain. Selain belajar bahasa yang baru, di negara lain kita juga belajar sistem yang baru dan mungkin jauh lebih maju dibandingkan sistem kita di Indonesia. Jadi suatu hari nanti, teman-teman bisa dengan riil memberikan masukan dan saran terkait sistem. Pengalaman di AS sini, sistem apapun sudah well established. Mau ngurus apa aja udh ada caranya, bisa dicari online, dan mudah direncanakan misalnya untuk urusan kesehatan, pinjam buku, sewa ruang belajar, pesan makanan, bahkan bayar listrik. Semua mudah, jadi nggak ada alasan untuk mangkir dari segala kewajiban.
2. Pengalaman Jadi Minoritas
Jadi seorang muslim di Indonesia membuat saya menjadi bagian dari mayoritas rakyat Indonesia. Namun di sni, saya belajar jadi minoritas. Belajar menghargai orang lain, mempelajari kebiasaan setempat, dan belajar berkontribusi terhadap sekitar.
Nah speak of being minority, kita harus belajar bagaimana adaptasi dari kebiasaan lama di Indonesia dengan kebiasaan lokal misalnya dalam beragama. Di sini, syukur kampus saya menyediakan mushola dan ada reflection space di perpustakaan yang bisa digunakan untuk sholat. Bisa juga sholat di ruang personal yang biasanya ada di perpus. Kendalanya memang wudhu, karena hampir tidak ada restroom yang "basah", jadi kita harus puas dengan tayamum. Selain itu, karena jadwal kuliah yang padat dan waktu sholat yang singkat (pernah zuhur hanya satu jam rentang waktunya), saya juga terpaksa menjamak sholat-sholat saya. Mengenai ibadah ini, Allah Maha Tahu dan biar Allah yang menilai, yang penting kita lakukan yang terbaik.
Selain sholat, tidak minum alkohol atau tidak makan pork juga menjadi tantangan. Tapi semua bisa dilewati kok, asal kita juga bijak dalam menyampaikan keyakinan kita.
3. Belajar Budaya Setempat
Salah satu hal positif dari budaya di sini adalah greetings. Simple greeting semacam "good morning" sampai "have a nice day". Seneng deh pas awal-awal datang ke sni, diberi sapaan semacam "have a good one" atau "hope you enjoy it". Tapi lebih senang lagi ketika kita berbuat hal yang sama, dan mereka mengapresiasi itu.
Kalau kita ke toko, penjaga kasir biasanya akan nanya "how are you?". Itu bukan sekedar basabasi tapi benar-benar menanyakan. Nggak salah kalau kita cuma jawab "I'm fine thank you" tapi akan lebih baik lagi kalau kita balik menanyakan seperti "good, how are you?" atau bisa juga kita sedikit cerita "I'm good, but the weather is very cold". Pernah saya jawab spt itu, dan ketika mereka langsung menanyakan asal saya dan langsung memberikan saran supaya tidak terlalu dingin dan memperingatkan untuk hati-hati di jalanan yang licin karena salju. Persepsi saya tentang orang Barat yang galak, itu salah banget. Mereka straight forward tapi punya itikad yang baik untuk bantu orang lain. Saya pengen orang Indonesia bisa pny kesempatan berinteraksi dengan orang sini supaya benar-benar tahu arti ramah yang sesungguhnya (too much nyinyir in my timeline so I don't think Indonesian is kind anymore).
4. Belajar Atur Sumberdaya
Ketika kuliah di luar, kita harus pintar-pintar atur sumberdaya yang kita punya mulai dari waktu, tenaga, uang, sampai mood kita.
Yang pasti kita harus belajar manage waktu untuk kuliah, istirahat, kerjakan tugas, ikut office hour asisten, belanja groceries, masak, laundry, dan lain-lain. Manage waktu ini penting banget supaya kita bisa tetap sehat dalam beraktivitas karena kuliah itu marathon, bukan sprint.
Manage tenaga berhubungan banget sama waktu yang kita alokasikan.
Manage uang, tentu saja penting terutama buat kita-kita yang terima beasiswa. Kita harus detail banget mencatat pengeluaran dan tentu saja mengutamakan hal-hal yang diperlukan. Jangan lama-lama kalap sama barang-barang karena kita "mumpung" tinggal di luar negeri.
Manage mood, berhubungan banget sama orang-orang yang kita temui. Bergaul boleh, tapi tentu, bergaul sama teman yang memberikan dampak positif buat kita. Jangan buang waktu cuma biar gaul atau biar eksis. Do what you really want to do. Our life is too precious to do something we hate.
5. Belajar Atur Kesendirian dan Ekspektasi
Buat yang belum berkeluarga, manage yang terakhir ini penting banget. Bagaimanapun, gaul dengan teman-teman beda kebangsaan, pasti rasanya beda. Dan kesepian itu penyakit mahasiswa yang kuliah di luar Indonesia. Perbedaan waktu di sini dan Indonesia lebih dari 12 jam. Jadi kebayang kan kalau pengen curhat dengan ortu atau teman-teman di Indo, agak susah. Tapi percayalah itu akan segera berlalu. Lama-lama kita akan terbiasa gahul dengan teman di sini dan rasa sepi itu akan berakhir.
Dan dari kesendirian ini, kita juga akan lebih menghargai keluarga dan teman-teman sebagai our primary support system.
Atur ekspektasi juga penting lhoo. Awal kuliah, saya jiper banget lihat mahasiswa lain. Mereka banyak nanya, yang pertanyaannya saja tidak saya mengerti. Mereka jauh lebih muda dari saya pula, punya background yang sudah mantap, pokoknya haduh mengerikan. Tapi ternyata saya salah. Kalau kita mau berusaha, Indonesian juga bisa kok dapet nilai yang sama dengan teman-teman dari negara lain. Kita juga unggul kalau kita mau maju.

Hmm mungkin segini dulu kali yaa.
"Merantaulah agar kau tahu arti rindu yang sesungguhnya, agar kau tahu kemana kau akan pulang, agar kau tahu arti rumah yang sesungguhnya"
Salam dari perantau di Madison.

Life in Madison

Hi There! Been a while since I wrote here.
Living my dream as a grad student in US. Hihihii many things happened yet I still need time to adapt.
But I really love being here.
The lecture is not easy. Although I already did many quantitative lectures like 11 credits of calculus, 3 credits of matrices and vector, 6 credits of operation research, 6 credits of statistics, I am not even recall anything. Ok, recall a bit, but I still need to study until late. But still, it's what I have imagined before and not regret (yet) hahaha. I miss being at school, study, and learn something new. Thank God the facility is really no joke. You can literally enjoy the great library, the effectiveness of campus system, and do study comfortably.
I met many great friends and still adapt with them. But right now, I am grateful that Allah help me by sending them and make things easier here. Can not be more grateful.
The city here is very beautiful. The weather is a bit cold, but very refreshing. Thankfully, I am healthy up to now. I walk around 15-20 minutes or 5 minutes by bus to get to my building and everything is good. The city also considered as big (yeah, it's the capital of Wisconsin State) so it has everything. I can cook just like in Indonesia and eat rice (almost) everyday. But if you too lazy to cook, you can buy everything including Indonesian. So it's perfect here.
Cat thing, you can find cat cafeeee. It is wonderful right? Hihihii I enjoy my time here.

The things that I really love here is:
1. Pedestrian is being respect a lot. People can really stop their vehicle just to let pedestrian cross the street. The side walk also good and you can literally walk to everywhere.
2. People appreciate other people a lot. There are so many appreciate greetings here. When other help, people will really appreciate it, and always say thank you. I think it is very different than in Indonesia. We do not have so many appreciative sentence just like here. I really love when people say "'I really appreciate that', 'How lovely are you for helping me', 'You are really great, thanks for your help', 'have a nice day'" and something like that. I mean, in Indonesia, we only said like "thank you or thank you very much". You know the great feeling when you are being appreciate by other, aren't you? It's very good, and make you want to do good thing more.
3. People respect and help a lot. Yeah, the effect of good appreciation make people do good deeds more. Just by holding the door, picking something up, queuing in good manner, waiting patiently for another car, making up after had meal, are simple good habbit that really common here. I really love the positive vibe that people made here.

There is still a long way to go. I hope I could learn and contribute as much.
See you!

Saturday, October 22, 2016

My Korea Trip Part 2

Well hellooo. Back to my Korean Post.
I am so exciteeeed. (sorry for superlate)

Day 1

Setelah sampai Hongdae, yang pertama dilakukan adl naro barang di hostel dan jalan-jalaaaan.
Road to Hostel, Beautiful right?

1. Well rute pertama adl cafe hopping di Hongdae. Hongdae adl salah satu daerah yang terkenal buat turis asing. Banyak cafe, dekat kampus yang terkenal dengan street performancenya, dan banyak tempat makan. Kalau sore-malam, rame bangettt sama seniman yg sibuk nyanyi atau jogetjoget di tengah jalan. Sore dan malam, pojang macha atau streetfoodnya korea bakal muncul dan jual berbagai snack khas sana. Mulai dari tteokbukki, odeng, pancake, blood sausage, aneka gorengan/tempura, dll. Odeng atau fishcake favorit gue. Anget, pas buat malam yg dingin. *apacoba*
Mural Wall Hongdae
Street Market Hongdae
Hello Kitty Cafe 
Had a banana waffle and latte for quick lunch 
Thanks Nature Cafe. Yes, it is real sheep!
Too Cute Socks
Pojang Macha

2. City Hall - Deoksugung Palace. Jadi di depan city hall itu ada lapangan rumput yg terbuka buat umum. Bisa buat sekedar duduk-duduk sambil nyemil atau ngobrol. Seberangnya ada Deoksugung Palace. Jangan lewatkan Royal Palace Guard Changing. Jamnya ada di website, kalau nggak salah tiga kali sehari. Terus tiketnya, bisa beli tiket terusan di semua istana harganya sekitar 10.000 KRW, atau satuan. Kalau nggak berencana namatin semua istana, mending beli satu2 aja. Prosesi pergantian penjaganya sekitar 15 menit. Deoksugung ini merupakan istana yang mixed antara budaya asli Korea dan budaya barat. Jadi bangunannya pun ada yg model Eropa. Bangunan Eropanya skrg jadi museum. Oiya, kita bisa sewa semacam radio recording yang menjelaskan setiap spot di istana. Jadi jangan ragu buat selalu minta peta, dan sewa recording kalau diperlukan.
Deoksugung Area
Selfie with the Guard Doll
The Guard Changing Ceremony (1)
The Guard Changing Ceremony (2)
The Guard Changing Ceremony (3)
The Wall
West - East Culture Mixed

City Hall

3. City Bus Tour. Lokasinya nggak jauh dari Deoksugung. Jalan sekitar 5 menit. Nah, untuk bus tour ini ada banyak jenisnya dan durasinya, siang dan malam. Bisnya ontime jadi harus ontime yaa datangnya. Kemarin gue sendiri pilih rute Gwanghwamun - Changgyecheon (via Namsan)


Inside the Bus

Changgyecheon Stream - Final (1)

Changgyecheon Stream - Final (1)
4. Udh dehh hari pertama selesai. Oiya sblm pulang, gue sempet belanja nasi yang tinggal dimicrowave-in aja, sama telur rebus. Untungnya ada dapur di hostel, jadi bisa manas-manasin. Berhub udh bawa mie gelas juga dari rumah, mayanlahhh buat sarapan kalau mager keluar pagi-pagi atau gak selera sama menu breakfast di hostel.

The Lee&No Guesthouse


Day 2

1. Jadwal day 2 gue adalah menamatkan serial istana. But warning, ini hampir impossible sebenarnya karena istana itu luas-luas bangeeeet. Gempor berat dehh.
2. Sebelum ke istana, gue ke Gwanghwamun Plaza. Plazanya ada di tengah kota. Di tengahnya ada dua icon. Yang pertama adl Jenderal Yi Sun Shin dan Raja Sejong (yang buat huruf hangul Korea yang dipakai saat ini).

Jenderal Yi Sun Shin ini adalah Jenderal yang terkenal karena berhasil mengalahkan Jepang. Dulu Korsel kan mmg dijajah sama mereka. Saking terkenalnya, gue pernah satu kereta sama ibu-ibu dan dia ngeh klo gue ini turis. Terus dy memperkenalkan diri kalau doi dari Yi Sun Shin foundation gtu. Dy kasih kartu nama, dan dy pun nanya ke gue apa gue tau siapa. Waktu itu gue nggak gtu jelas dengernya (maklum cara melafalkannya kan agak beda yahh) terus dy agak offensive gtu. Trs gue lsg puter otak, untungnya bener jenderal ini yg dy maksud. Hufft,
Statue of Admiral Yi Sun-Shin 

Gwanghwamun Plaza
Gyeongbokgung from the front
2. Setelah itu, didepannya berdiri istana Gyeongbokgung. Ini adalah main palace dari semua istana. Di depannya, kita bisa coba-coba pakaian Korea atau Hanbok buat dipakai sambil keliling istana. Gue ke sana pas wiken. Itu ramenyaaa yasalam. Jangan lupa minta peta, biar kita bisa tentukan rute yg bisa hemat tenaga ahahhaa. Gue paling suka di bagian kiri, banyak tempat dekat danau yg adem dan relatif sepi.
Look at the color!
Festive!
The costume
Palace!
The Inside
Danau

Tempat Penyambutan Tamu Asing
3. Sblm jalan ke Changdeokgung dan Changgyeonggung (Gung means Palace), gue melewati Hanok Village. Jadi di daerah tsb, masih banyak kampung yg rumahnya masih asli. Rumah bergaya tradisional gtuuu. Di antara rumah2 itu, ada hostel, ada juga cafe2 lucu yang bisa didatengin. Sepanjang jalan banyak toko2 yang jual kue tradisional juga dan buah-buahan. You should try strawberry. It tastes so sweet!

Rumah-rumah tradisional
Cafe bergaya klasik
Cute cafe I accidentally found in Hanok Village 
Yummy Strawberry
The Alley <3 nbsp="" td="">

4. Changdeokgung Palace. Jadi istana ini adl istana kedua terbesar setelah Gyeongbokgung dan dulu digunakan utk tinggal para pangeran. Istana ini juga udh disahkan sbg Heritage oleh UNESCO. Highlight istana yang ini adalah Secret Gardennya yang luas banget dan adem. Dulu secret garden ini digunakan untuk belajar atau merenung para raja. Untuk masuknya, agak limited dan perlu tiket yg berbeda dengan Changdeokgung Palace. Ada jam-jamnya dan harus ditemani oleh pemandu wisata. Jangan salah pilih jam, karena ada pemandu wisata yg akan bicara bahasa China, Inggris, dan Korea.
Changdeokgung Palace (1)
Changdeokgung Palace (2)

Entrance of Secret Garden
Way to Secret Garden (1)


Way to Secret Garden (2)
Secret Garden (1)
Secret Garden (2)
Secret Garden (3)
5. Changgyeonggung Palace
Istana ini sebelahan sama Changdeokgung Palace. Kalau gue nggak salah, istana ini merupakan perluasan karena saking banyaknya dayang-dayang dan keluarga raja. Makanya bentuknya luas banget dan banyak istana-istana kecil gtuu. Hmmm sebenarnya sih nggak ada yg terlalu spesial sama istana ini. Cuma karena sebelahan aja, jadi sekalian deh dimasukkin.
Changgyeonggung Palace (1)
Changgyeonggung Palace (2)
Changgyeonggung Palace (3)
6. Sebelum hari berakhir, gue nyempetin ke Myeongdong. Itu letaknya juga masih sekitaran istana-istana dehh pokoknya. Di Myeongdong gue dinner nyobain Naega Jjim Handak. Ayam dikasi saos merah khas Korea dan tteokbukki dan keju. Enak bangeeeet. Tp inget, di Korea ini porsinya banyak-banyak. Jadi satu orang nggak perlu satu porsi. Hbs itu strolling liat toko-toko kosmetik dan harganya yang supermiring dibandingkan harganya di Indo. Masker yg gue beli harganya 75ribu, disana cuma cuma sekitar 2500 atau 25rb. Huuuh kalap. Sebut deh smua merk mulai dari Faceshop, Etude, Innisfree, Holika, Misha, Tolymoly, Aritaum,dll. Dan mereka nggak ragu utk kasih sample segambreng. Nah kalau belanjanya super banyak, jangan lupa tunjukin paspor biar bisa redeem taxnya pas pulang. Mayan lah buat beli oleh-oleh. Hahaha. 

Next daynya, ada di next post yahh. See you!

Life in Madison

Hi There! Been a while since I wrote here.
Living my dream as a grad student in US. Hihihii many things happened yet I still need to adapt.
But I really love being here.
The lecture is not easy. Although I already did many quantitative lectures like 3 calculus, 1 linear algebra, 2 operation research, 2 statistics, I am not even recall anything. Ok, recall a bit, but I still need to study until late. But still, it's what I have imagined before and not regret (yet) hahaha. I miss being at school, study, and learn something new. Thank God the facility is really no joke. You can literally enjoy the great library, the effectiveness of campus system, and do study comfortably.
I met many great friends and still adapt with them. But right now, I am grateful that Allah help me by sending them and make things easier here. Can not more grateful.
The city here is very beautiful. The weather is a bit cold, but very refreshing. Thankfully, I am healthy up to now. I walk around 15-20 minutes or 5 minutes by bus to get to my building and everything is good. The city also considered as big (yeah, it's the capital of Wisconsin State) so it has everything. I can cook just like in Indonesia and eat rice (almost) everyday. But if you too lazy to cook, you can buy everything including Indonesian. So it's perfect here.
Cat thing, you can find cat cafeeee. It is wonderful right? Hihihii I enjoy my time here.

The things that I really love here is:
1. Pedestrian is being respect a lot. People can really stop their vehicle just to let pedestrian cross the street. The side walk also good and you can literally walk to everywhere.
2. People appreciate other people a lot. There are so many appreciate greetings here. When other help, people will really appreciate it, and always say thank you. I think it is very different than in Indonesia. We do not have so many appreciate sentence just like here. I really love when people say "'I really appreciate that', 'How lovely are you for helping me', 'You are really great, thanks for your help'" and something like that. I mean, in Indonesia, we only said like "thank you or thank you very much". You know the great feeling when you are being appreciate by other, aren't you? It's very good, and make you want to do good thing more.
3. People respect and help a lot. Yeah, the effect of good appreciation make people do good deeds more. Just by holding the door, picking something up, queuing in good manner, waiting patiently for passenger (in the bus) or another car, making up after had meal, are simple good habbit that really common here. I really love the positive vibe that people made here.

There is still a long way to go. I hope I could learn and contribute as much.
See you!