Wednesday, September 28, 2011

Me and Myself

I really want to write something, but there too many things in my head. Maybe this time, I'll write something about myself. :)

Recently, I feel that I am too strict and cold. Unsocial and do not want to mingle with friends. And freak.

Let me explain one by one.

Strict, is something that I had from my parents. My parents are lecturers and really concern about time. After that, I studied in semi military school, where I lived by the schedule they made. That is why, I am more impatient and can't stand for waiting. But after I had my bachelor degree, I become more flexible I think. I am a lot more relax for informal occasion. Cold, is something I had from my habit too. I am the only child, and spent a lot time by myself. I am also a straightforward person, something that still unfamiliar in this country. I am also a bit hard to meet someone new. When I go to new community, I tend to silent and talk-less. But it is because I try to careful to someone new. If you already know me, I am quite cheerful person, and "unyu" person that love to joke :)

Unsocial or we call it "ansos", is something that really not me. Because I spent many times alone at home, I like to play and meet friends whenever I had time. But, I had strict night-time from parents, prevent me to spent more time at night. Beside that, I need many sleep-time. I rather choose sleep than go outside on weekend. Not to mingle means I try to be careful with someone else. Believe me, I never try to group my friends, or choose someone else over someone.

Freak? I am the only person, so I really had times by myself. Literally, myself. This makes me enjoy go to bookstore alone, or wandering alone. I also always taught to not make other people having hard times because of me. That is why, I could go to the dentist by myself. Freak? Maybe. But I open to criticism and change. So I hope, my friends around me could talk anything to me without hesitation.

Maybe this is it. We could catch up soon. Bye!

Tuesday, September 27, 2011

Work Life? Part 2

Pengen sih cerita soal kerjaan. Overall sih seru. Sebagai konsultan buat Pemerintah, banyak banget pengalaman, suka dan dukanya. Yg pasti sih, bikin kita banyak belajar. Gimana cari info, gimana cara ngajak ngobrol orang2 yg macem2 backgroundnya, dan lain sebagainya. So far still enjoy, though of course, there were so many unhappy things happened. Tapi intinya, kalau smua kerjaan kita kerjain dengan sungguh-sungguh, pasti akan membuahkan hasil yg nggak jelek.

Sejujurnya, gw sempet ngerasa kerjaan gw nih dangkal banget. Kayak jaman dulu ngerjain TA dulu lah. Gitu doang rasanya. Tapi setelah ngobrol2 sana sini, kerjaan gw tuh bakal ada efek dominonya (quotes dari bos seusai rapat). Mudah2an kerjaan yg gw anggep gini doang, bisa bener2 ngasi efek domino yg gede. Perencanaan kegiatan di daerah bakal lebih oke sehingga jumlah orang miskin bakal berkurang. Amin amin amin.

Last but not least, I wanna find my passion quickly. From what I do and my friends' opinion, it might be match for me. It's a rare knowledge yet important. And I hope I can find the answer soon. Amin.

Thursday, September 22, 2011

Quote

the one who have my trust, will get my loyalty. I mean it.

Work Life?

it has been almost seven months since I got my first job. how does it feel to be a worker?
first, I finally understand why everybody like weekends that much. in weekdays, I should work from 9 to 7. doing many tasks, manage many things and of course, just a bit playing time. and now, I really wait for weekend.
next, of course the paying time. It feels really proud to use your own money to buy things. And of course, I could cherish every IDR I made and do not forget to save some. But I really proud that my mom borrow some money from me to buy something. Hihihi..

maybe next time, I could tell you the details of my work life. It so different from other and I just hope that everything I made at work, will give many impacts to other. see ya!!

Wednesday, January 12, 2011

apologize

setelah lebih setahun gue gak buka blog,gue baru sadar ada yg komen di postingan gue ttg TN. bgtu baca,ih gue emosional banget. dan takut menimbulkan kesalahpahaman,gue delete lah postingan itu. intinya sih di situ gue mengeluhkan status gue yang anak TN dan dipandang lebih dibanding yg lain,karena jujur aja,selain pengalaman yg beda,gue ngerasa sama ama yg lain. dan menurut gue,wajar aja klo alumni ngerasa berat sama title alumni TN.

bukan gue malu loh yaa. gue sangat bangga jadi anak TN. gue suka ikut acaranya dan gabung sama milisnya. gue pun seneng pamerin betapa besarnya ikastara dan betapa bagusnya sma gue. hanya saja,gue nggak tau,tnyt ada bbrp pandangan thdp title alumni TN dan saat itu,gue nggak siap.

klo ada yg rada tersinggung,gue minta maaf. beneran nggak ada maksud kok. boleh dibilang,gue sangat bangga jadi bagian sma TN. :)

terakhir,ada adik yg skrg masih sekolah di sana. komen dan bilang gue nggak bangga jd alumni dan seharusnya menjadikan itu motivasi buat gue. tenang saja adikku,kk udh jadiin itu motivasi. alhamdulillah stlh thn pertama,kk udh biasa dan benar2 termotivasi sampai skrg. dan smoga,kamu nggak kaget ktika lulus nanti.

dan gue pengen selalu memberikan karya terbaik bagi masyarakat,bangsa,negara dan dunia :)

Tuesday, January 11, 2011

Cita-cita

Kalau ditanya cita-cita, dari kecil gue selalu punya cita-cita. Mulai dari pengen jadi polisi, pengen jadi arsitek, penulis sampai pengen jadi dosen. Dan sampai sekarang, gua bahkan bingung mau jadi apa.

Pengen jadi polisi, gara-gara SD gue SD polisi, deket sama kapolres bogor, bikin gue sering liat polwan-polwan. Keren aja, pake seragam, bantuin orang. Tapi bukan itu ya alesan gue masuk tarnus :D Setelah lulus SD pun, keinginan jadi polisi kandas.

Begitu SMP, mulai deh mikirin cita-cita yang agak realistis. Jadi apa ya? Kayaknya jadi arsitek keren deh, ngerancang bangunan gitu. Sampai masuk SMA pun, cita-cita ini yang gue tulis di setiap psikotest. Tapi begitu tahu jadi arsitek harus teliti dan mengerikan (katanya), gue pun memutuskan meninggalkan cita-cita ini. Oiya, pas SMP ini, gue juga sempet les piano. Kayaknya jadi pianis keren juga deh. Tapi sekolah musik di Indonesia di mana ya? Cita-cita ini pun kandas pula.

Masuk kuliah, gue nggak tahu mau jadi apa. Yang gue pikirin, masuk universitas bagus, ntar lanjut kuliah lagi, baru cari kerja. Milih kuliah juga nggak gampang. Berhubung nggak punya cita-cita, bikin makin susah cari jurusan. Untung di SMA ada saat sharing-sharing sama alumni. Berbekal hasil tanya sana sini, gue pun memilih teknik industri. Pertimbangannya simpel aja, gue pengen masuk teknik yang banyak cwenya dan nggak banyak hapalannya. Hahaha. Setelah keterima di UGM dan ITB, gue pun memutuskan masuk ITB.

Punya hobi baca dari kecil, bikin gue pengen jadi komikus atau jadi penulis. Berhubung gue doyan cerita, menarik juga jadi penulis. Tapi, gimana sih caranya jadi penulis. Jaman dulu, belum banyak novel-novel kayak jaman sekarang. Sekitar gue, masih lebih banyak novel terjemahan dibanding novel karya anak bangsa. Makanya, begitu liat Raditya Dika, Sitta Karina atau Adhitiya Mulya, gue jadi seneng banget. Walau bakat menulis gue kayaknya harus terpendam, gue seneng lihat banyak orang suka menulis.

Melihat ortu menjadi dosen, kayaknya enak, nggak punya bos, waktu kerja fleksibel. Hal ini membuat gue punya cita-cita jadi dosen. Namun, begitu gue mengerjakan skripsi, membayangkan gue harus mengerjakan dua skripsi yang lebih expert lagi, dan seumur hidup gue, gue harus mengembangkan ilmu pengetahuan, cita-cita jadi dosen pun kandas.

Setelah lulus, cita-cita masih menjadi tanda tanya besar dalam hidup gue. Gue pikir, setelah lulus, hidup jadi lebih simpel. Tapi saya salah ternyata. Gue masih harus memilih dari milyaran pilihan dalam hidup. Sampai sekarang, kalau ditanya apa cita-cita gue, gue selalu menjawab, ingin menjadi wanita karir, have my own income and independent from anyone. Ya, itu prinsip hidup gue. Gue gak pengen nyusahin siapa-siapa. Mungkin ini juga akibat jadi anak tunggal. Gue gak pengen nyusahin siapa-siapa, dan gue pengen bebas dari siapapun.

Well, masih panjang perjalanan ke depan, semoga gue pun dan semua yang baca tulisan ini, menemukan cita-cita yang sesuai dengan diri kita, dan tentunya berguna buat orang lain 

Tweet90an

Tiba-tiba teringat trending topic twitter dengan hashtag #tweet90an.
Tahun 90an merupakan tahun gue TK ampe SD. Tweet90an gue adalah:
- Aduh, mudah2an mama pulang sore, mau nonton maria marcedes nih.
- Aduh, males ngaji
- Asiikk, papa pulang bawa barbie
- Ih,males banget deh temenan ama dia,sirik aja aku yg ranking 1
- Aduhh, kenapa candy-candy pisah sama terry?
- Asiiikk,komik sailor moon ada yang berwarna
- Iiiihh, buku seri tokoh dunia aku ada yg dipinjem ama sepupu aku
- Kalo aku gede, aku mau jadi polisi
- Aku mau pacaran ama mamoru chiba ahhh
Eh, setelah gue pikir2, gue ngapain ya pas SD? Nggak banyak yang gue inget. Hahaaha. Apa tweet90an kamu?