Showing posts with label keluarga. Show all posts
Showing posts with label keluarga. Show all posts

Wednesday, October 12, 2011

Sehat itu Mahal

Hi semua! Sehat2 kan?

Itu pasti sering jadi kalimat pembuka ketika kita baru bertemu dgn seseorang atau kontak dgn teman lama.

Setelah pikir2, alhamdulillah jawaban gw hampir selalu baik. dan setelah gw ngobrol ama temen2, gw alhamdulillah selalu diberi kesehatan yg oke banget dari Allah.

Sejak gw kecil, gw belum pernah mimisan, pingsan, dijahit, opname, cacar, campak, dan operasi. Gw kecil juga bukan yg diem di rumah dan nggak lari2. Gw selalu kelayapan sore dan lari2, naik sepeda, in-line-skate keliling komplek. Alhamdulillah paling parah cuma kaki bocel2 dari lutut sampe mata kaki. Kecapekan pun paling banter tepar. Temen2 cacar n campak, gw nggak kena. Sepanjang gw kecil ampe gede, skali nyokap opname gara2 DBD tahun kemarin.

Bukan berarti gw gak pernah sakit ya. Waktu kecil, gw langganan demam. Jaman SD gw langganan flu dan batuk. Penyakit paling parah gw adalah sinusitis jaman SMP. Gw ampe harus ujian susulan pertama seumur hidup. Gak bisa duduk karena kepala kayak mau pecah. Habis itu, SMA bikin badan superfit dan gak pernah loyo (seriusan ini). Kuliah, jadwal makan dan tidur yang berantakan bikin gw kena maag. Tahun terakhir, sempet alergi antibiotik yang bikin badan gatel. Tapi klo kali kedua gw makan antibiotik ini lagi, gw harus ICU n disuntik adrenalin n bisa meninggal. Seyeeeem.

Setelah dipikir2, mamah lah kuncinya. Gw makan nggak pernah telat, tidur nggak pernah kurang, buah nggak pernah absen. Buat mamah, makasih banyak yah mah. Aku juga harus jadi mamah kayak mamah :)

Tuesday, January 11, 2011

Tweet90an

Tiba-tiba teringat trending topic twitter dengan hashtag #tweet90an.
Tahun 90an merupakan tahun gue TK ampe SD. Tweet90an gue adalah:
- Aduh, mudah2an mama pulang sore, mau nonton maria marcedes nih.
- Aduh, males ngaji
- Asiikk, papa pulang bawa barbie
- Ih,males banget deh temenan ama dia,sirik aja aku yg ranking 1
- Aduhh, kenapa candy-candy pisah sama terry?
- Asiiikk,komik sailor moon ada yang berwarna
- Iiiihh, buku seri tokoh dunia aku ada yg dipinjem ama sepupu aku
- Kalo aku gede, aku mau jadi polisi
- Aku mau pacaran ama mamoru chiba ahhh
Eh, setelah gue pikir2, gue ngapain ya pas SD? Nggak banyak yang gue inget. Hahaaha. Apa tweet90an kamu?

Wednesday, October 8, 2008

Rumah itu Setahun Sekali

Aku dan keluargaku selalu mempunyai rutinitas setiap kali Lebaran. Ya, tak lain tak bukan adalah mudik. Walaupun hampir setiap tahun kami terjebak macet, namun kami tak pernah kapok.

Aku selalu mudik ke Malang, tempat kakekku berada. Walaupun ia telah tiada, namun karena keluarga ibuku sangat besar sekali, kami semua selalu menyempatkan untuk dating, entah hanya untuk kumpul bareng ataupun jalan-jalan bareng.

Aku selalu melewati jalur pantura, melewati Indramayu tempat kakek dan nenekku dari Ayah, lalu lanjut ke Brebes-Tegal-Pekalongan, hingga Semarang. Kemudian ke Salatiga lalu Solo. Selanjutnya melewati Sragen dan lanjut ke kota Ngawi. Lalu terus saja melewati Nganjuk-Blitar-hingga Malang. Jangan harap tempat kakekku itu di kota Malang, melainkan di Malang coret alias hampir berdekatan dengan Blitar. Aku pun tak pernah berharap menemukan desa kakekku itu di Google Earth, karena tempat kakekku itu berada di desa Jambuwer, di kaki Gunung Kawi. Jadi, jangan heran kalau ke kota Malang saja, aku harus menempuh waktu dua jam sendiri. Belum jika macet atau pasaran. Wah, jangan harap dua jam bisa mencapai kota Malang.

Aku mempunyai 13 sepupu. Wajar saja, Ibuku 8 bersaudara. Kami selalu mempunyai acara tahunan sendiri. Waktu aku kecil dulu, aku ingat sepupuku sudah SMA dan SMP, mereka selalu membuatkan acara untuk kami. Drama merupakan favorit kami. Kadang drama romantis, kadang drama horror, yang akhirnya selalu tertebak, yaitu komedi karena ulah sepupu-sepupuku yang masih kecil-kecil. Kadang kami juga mengitari daerah sekitar desa kakekku dengan menggunakan mobil, mencari-cari kuburan dan tentu saja, bagian sepupuku yang lebih tua menakut-nakuti sepupuku yang lebih kecil.

Walaupun begitu, kami selalu menantikan Lebaran itu setiap tahun. Walaupun hanya sebegitunya, tapi kami begitu ingin tahu keadaan satu sama lain. Kadang aku ingin tahu bagaimana keadaan sepupuku yang ada di Surabaya ataupun bahkan yang satu kota tempatku kuliah, karena saking jarangnya kami bertemu.

Dulu, ketika kakekku masih ada, kami selalu pergi makan ke Blitar ataupun Malang, mampir sebentar ke alun-alun untuk beli bakso atau hanya sekedar es, kemudian mampir ke sungai hanya untuk main-main. Lima tahun yang lalu, kakekku tiada. Namun ternyata tradisi itu kami lanjutkan. Memenuhi rumah kakekku, kemudian pergi bermain-main. Kami selalu tak lupa menikmati hasil kebun kakekku yang mulai tidak terurus, entah mengambil kelapa ataupun jambu ataupun mangga.

Selebihnya, rumah kakekku itu kosong melompong, bahkan kalau kau meninggalkan kotak pada tahun ini, tahun depan pun masih akan dapat kau temukan. Tidak ada orang yang menungguinya. Kedua kakak ibuku yang berada di dekat rumah kakekku pun hanya sesekali melongok atau hanya sekedar menyalakan dan mematikan lampu.

Biarlah begitu, agar kami selalu merindukan rumah itu setiap Lebaran.