Showing posts with label SD. Show all posts
Showing posts with label SD. Show all posts

Sunday, September 1, 2013

keep learning like there's no tomorrow

Malam-malam hbs belajar, jadi keingetan, sbnrnya apa aj sih yg udh gw pelajarin dan apa yg masih perlu gw pelajarin.
Jaman SD dulu, gw cm pengen ranking 1 n punya banyak temen. Hidup gw cm berkisar belajar, main, dan berantem lucu sm temen skelas.
Jaman smp, udh lewatlah study oriented nya. Gw pgn aktif organisasi n eksis di sekolah. Jaman ini gw jg amazed sih, les bhs inggris, les piano, les pelajaran, aktif ekskul, osis, yaampuuun deh, super(sok)sibuk.
Jaman sma, wahh berhub sma lain dr yg lain, gw belajar gimana menerapkan ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, dan tut wuri handayani. Belajar gmn jadi bupati di falsafah esem bupati, semu mantri dan dupak kuli. Belajar mendorong diri gw di kondisi yg gw gak suka sama sekali. Menghargai org lain dan hidup dgn org yg gak bs lo atur. Belajar bagaimana bs berguna untuk negara ini. Wahh, berbagai softskill yg insyaAllah sangat berguna sampai nanti.
Jaman kuliah, gw belajar bagaimana bermimpi tinggi. Bagaimana kita bisa terdepan, bukan hanya di Indonesia, tp di dunia. Gw banyak denger cerita alumni yg sukses gak cm di indonesia tp jg negara lain. Intinya, elo bisa menjadi apapun yg elo impikan. Asal lo pny mimpinya, dan langkah nyata menuju mimpi itu.
Well, berbagai pelajaran itu mengajarkan bagaimana gw harus melihat ke atas, agar kita tdk pernah berpuas diri untuk mencapai sstu, bagaimana sbnrnya kita bs memaksa diri kita hingga ke level setinggi-tingginya, tentu sj dgn cara yg benar. Dgn kita menjadi seseorang yg tinggi, tentu tujuannya adl, kita akan smakin bs berguna bagi sekitar. Tapi kita jg tetap harus melihat ke bawah, agar kita tidak lupa bersyukur dan tentunya berbagi, karena kita smua jg awalnya bukanlah apa2 dan bukan siapa2.
Pengen belajar apa lagi yah? Yaahh klo technical, tentu msi banyak yg hrs gw pelajari, secara I am an engineer who soon will turn into an economist. Selebihnya, pelajaran ttg kehidupan (yasiek) bs kita pelajari dimana saja dan kapan saja. Keep ur senses and u will see beyond what u actually see.
Udh ahh, ngelantur berat sesi curhat malam2 ini. Gnight!

Wednesday, June 20, 2012

My bestfriend

I have this my very best friend. We already have known each other for almost 18 years. Yep, since elementary school. Then something happen with her and honestly I am a bit disappointed in her. I don't think we discussed much and I still think she rushed. But maybe I understand why she do that. I am not quite supportive and not being a good friend. I just want she gets the best and I thought this thing is not best enough. I am not sure why, I think I get more stress than she is. But I should back to my logic and take things easy, bcs this is her thing not mine.

Whatever, I should understand every step she takes and I should be the one that she can count on. I just wish that this is the right decision and she could live happily ever after. And also, wish her family could be strong enough to face this brave decision.
Take care my friend. Hope you all the best.


Keep smiling, keep shining
Knowing you can always count on me, for sure
That's what friends are for
For good times and bad times
I'll be on your side forever more
That's what friends are for  (That's what friends are for - Dionne Warwick)

Tuesday, January 11, 2011

Tweet90an

Tiba-tiba teringat trending topic twitter dengan hashtag #tweet90an.
Tahun 90an merupakan tahun gue TK ampe SD. Tweet90an gue adalah:
- Aduh, mudah2an mama pulang sore, mau nonton maria marcedes nih.
- Aduh, males ngaji
- Asiikk, papa pulang bawa barbie
- Ih,males banget deh temenan ama dia,sirik aja aku yg ranking 1
- Aduhh, kenapa candy-candy pisah sama terry?
- Asiiikk,komik sailor moon ada yang berwarna
- Iiiihh, buku seri tokoh dunia aku ada yg dipinjem ama sepupu aku
- Kalo aku gede, aku mau jadi polisi
- Aku mau pacaran ama mamoru chiba ahhh
Eh, setelah gue pikir2, gue ngapain ya pas SD? Nggak banyak yang gue inget. Hahaaha. Apa tweet90an kamu?

Sunday, January 4, 2009

Reunian SD

Kemarin aku bertemu dengan teman-temanku. Bukan hanya teman biasa, namun teman SD ku, teman yang mayoritas terakhir kali kulihat 8 tahun yang lalu, ketika masih SD.
SD ku adalah SD Negeri Polisi 5, yang letaknya di pusat kota, dekat kantor polisi memang (mungkin itu alasan nama SD ku yang bernama polisi), bersebelahan dengan SD Negeri Polisi 4 dan berdekatan dengan SD Negeri Polisi 2 dan 3. Dulu, gedung sekolah kami hanya terdiri dari 2 lantai, dengan dua kamar mandi di dalamnya, ruang kelas yang mungkin hanya ada 6 (yang membuat kami harus masuk bergiliran, pagi dan siang), ruang guru, ruang kepala sekolah, koperasi, dan satu perpustakaan yang letaknya agak terpisah dari gedung utama kami. Lapangan yang kami miliki pun, seperti kata Rizky, hanya memiliki lebar beberapa meter dan panjang yang bermeter-meter, yang kalau kata Papa Saya, sampai-sampai sulit rasanya untuk menghormat ketika upacara lantaran sangat sempit sekali dibandingkan dengan jumlah siswanya yang banyak.

Kelas kami hanya ada dua satu angkatannya, yaitu kelas A dan B yang proporsi personilnya tidak berganti-ganti setiap tahun alias, tetap selama 6 tahun. Makanya, jangan heran kalau kami sangat dekat satu sama lain. Jumlahnya pun banyak dibandingkan dengan kelasnya yang kecil yaitu 45an orang, sampai kami harus duduk bertiga satu bangkunya dengan kipas angin yang ada di setiap kelas, yang selalu kuhindari karena takut jatuh.. Hahaha..

Setelah beberapa tahun, aku mulai menemukan kembali teman-teman yang sangat lama tidak kulihat, maklum saja, aku sempat SMA di luar kota, yang semakin membuatku kehilangan kesempatan bertemu dengan mereka. Melalui facebook, aku mulai berhubungan kembali dengan teman-teman semua, dan mulai menginisiasi untuk berkumpul saat liburan tiba, dan itu adalah hari kemarin.

Dengan meeting point di foodcourt ekalos pukul 11.00, aku mulai menunggu teman-teman yang belum datang. Satu persatu kuhubungi, dan mulailah Rizky, Arifin, Dimas, dan Angga pun datang, Lalu datang Manik, Keke, dan rombongan Reza, Didit dan Pacar Didit alias Anggi. Lalu mulai pula datang rombongan Kaista, Mega, Anggun, dan Ayu diselingi kedatangan Annisa, Angga, Indra, Putri. Terakhir, datanglah Kemal dan Febby yang terlambat.

Waktu dari jam 11 sampai jam 3 pun rasanya berlalu dengan cepat. Sembari membahas berbagai kejadian konyol kami saat SD. Lalu, Febby pun mengusulkan untuk berkunjung ke rumah Bapak Untung, wali kelas kami kelas 6 yang kebetulan rumahnya tidak jauh dari tempat kami berkumpul. Dengan kendaraan yang dibawa, beberapa dari kami yang belum pulang pun langsung meluncur ke sana.

Di rumah Pak Untung, kami disuguhi teh botol dan kemudian mengenang masa lalu yaitu ketika menjelang ebtanas, kami membuat catatan yang berbentuk gulungan kertas yang sangat panjang dan juga cerdas cermat di kelas setiap harinya. Kami kemudian sempat cerdas cermat, yang bahkan herannya mampu dijawab oleh teman-teman lainnya. *heran banget. Pak Untung: “Siapa yang menggali terusan Panama?”. Semua kebingungan sampai Rizky menjawab “Ferdinand de Lesseps”

Ampunnn.. Diteruskan dengan tebak-tebakan ibukota Pakistan, Suriname, dan lainnya yang mampu dijawab Febby dengan cepat. Haduh, baru sadar, long term memory ku tidak bagus yah? Miris.. Hahaha.

Lalu ditutup dengan foto bersama dan lanjut ke acara selanjutnya, makan-makan di McD sambil menunggu hujan reda. Di sana lebih gila lagilah ngobrolnya, mulai dari ngomongi trio Danio, Ramdan dan Indra yang dulu kerjaannya mukul-mukul meja dan segudang kegilaan saat SD. Selain itu juga sempet ngobrol-ngobrol mengenai kelanjutan studi kami yang berbeda-beda. Mulai dari Kaista yang di Fikom Unpad (Dia juga sering ngajar buat jadi penyiar gitu, bolak balik Bandung-Nangor.. Wow.. Hebat banget), Kemal di Perkapalan UI, Putri di Sekretaris Tarakanita, Didit di Manajemen IPB, dan lainnya.. Seru sekali.

Rasanya berat ketika harus berpisah pulang. Tapi tenang saja, masih ada reunian babak kedua. Semoga acara nanti bisa berlangsung lebih sukses. Amin.