Showing posts with label kebiasaan. Show all posts
Showing posts with label kebiasaan. Show all posts

Thursday, August 30, 2018

Self Appreciation

Hi Blog,

Lagi keingetan, jadi pengen nulis satu postingan sblm tidur.
Melanjutkan cerita gue di sini, gue jadi inget kalau gue suka nggak pedean.
Ada aja yg bikin gue nggak pede, pdhl sbnrnya bbrp kali gue merasa pantas untuk hal tsb.

Gue sampai mikir, apa karena gue cwe. Pdhl ortu di rumah selalu encourage gue dan bilang gue itu mampu. Lantas dari mana dan apa asal mula ini semua?

I still do not know the answer. Maybe I set my standard too high and I want to become everything and the best. While actually you only need to be good.

But anyway, sometimes this side of myself got me frustrated. Why I cant believe in myself, when there is no right or wrong and no one is perfect in this world.
I try to rewrite my mind up to this mind and collect my guts to voice my thought. I do believe that we should speak up, and do good things for our society.

Nahh sehubungan dengan topik ini, yg bikin gue keranjingan ama grup Kpop baru, yaitu BTS (yes! that one!), gegara campaign Love Yourself nya. Banyaaaak bgt lagunya yg bikin kita mikir, reflect in life. do I already love myself? Am I ready to love anyone else?
This song by Jin is like a relief song for me. I feel like why I cant love myself completely. Kenapa gue suka nggak pede dgn penampilan gue, kemampuan gue, atau kenapa gue terganggu dengan perkataan kecil org2. I do my best and thats all.

Tapi yaah, drpd overconfidence, i think its good to work on myself.

This is the video, hope you enjoy like how I enjoy this much.

And after this, I want to learn how to appreciate myself. I had did well and let's work hard again.

Bbyong!!

Wednesday, October 12, 2011

Sehat itu Mahal

Hi semua! Sehat2 kan?

Itu pasti sering jadi kalimat pembuka ketika kita baru bertemu dgn seseorang atau kontak dgn teman lama.

Setelah pikir2, alhamdulillah jawaban gw hampir selalu baik. dan setelah gw ngobrol ama temen2, gw alhamdulillah selalu diberi kesehatan yg oke banget dari Allah.

Sejak gw kecil, gw belum pernah mimisan, pingsan, dijahit, opname, cacar, campak, dan operasi. Gw kecil juga bukan yg diem di rumah dan nggak lari2. Gw selalu kelayapan sore dan lari2, naik sepeda, in-line-skate keliling komplek. Alhamdulillah paling parah cuma kaki bocel2 dari lutut sampe mata kaki. Kecapekan pun paling banter tepar. Temen2 cacar n campak, gw nggak kena. Sepanjang gw kecil ampe gede, skali nyokap opname gara2 DBD tahun kemarin.

Bukan berarti gw gak pernah sakit ya. Waktu kecil, gw langganan demam. Jaman SD gw langganan flu dan batuk. Penyakit paling parah gw adalah sinusitis jaman SMP. Gw ampe harus ujian susulan pertama seumur hidup. Gak bisa duduk karena kepala kayak mau pecah. Habis itu, SMA bikin badan superfit dan gak pernah loyo (seriusan ini). Kuliah, jadwal makan dan tidur yang berantakan bikin gw kena maag. Tahun terakhir, sempet alergi antibiotik yang bikin badan gatel. Tapi klo kali kedua gw makan antibiotik ini lagi, gw harus ICU n disuntik adrenalin n bisa meninggal. Seyeeeem.

Setelah dipikir2, mamah lah kuncinya. Gw makan nggak pernah telat, tidur nggak pernah kurang, buah nggak pernah absen. Buat mamah, makasih banyak yah mah. Aku juga harus jadi mamah kayak mamah :)

Wednesday, September 28, 2011

Me and Myself

I really want to write something, but there too many things in my head. Maybe this time, I'll write something about myself. :)

Recently, I feel that I am too strict and cold. Unsocial and do not want to mingle with friends. And freak.

Let me explain one by one.

Strict, is something that I had from my parents. My parents are lecturers and really concern about time. After that, I studied in semi military school, where I lived by the schedule they made. That is why, I am more impatient and can't stand for waiting. But after I had my bachelor degree, I become more flexible I think. I am a lot more relax for informal occasion. Cold, is something I had from my habit too. I am the only child, and spent a lot time by myself. I am also a straightforward person, something that still unfamiliar in this country. I am also a bit hard to meet someone new. When I go to new community, I tend to silent and talk-less. But it is because I try to careful to someone new. If you already know me, I am quite cheerful person, and "unyu" person that love to joke :)

Unsocial or we call it "ansos", is something that really not me. Because I spent many times alone at home, I like to play and meet friends whenever I had time. But, I had strict night-time from parents, prevent me to spent more time at night. Beside that, I need many sleep-time. I rather choose sleep than go outside on weekend. Not to mingle means I try to be careful with someone else. Believe me, I never try to group my friends, or choose someone else over someone.

Freak? I am the only person, so I really had times by myself. Literally, myself. This makes me enjoy go to bookstore alone, or wandering alone. I also always taught to not make other people having hard times because of me. That is why, I could go to the dentist by myself. Freak? Maybe. But I open to criticism and change. So I hope, my friends around me could talk anything to me without hesitation.

Maybe this is it. We could catch up soon. Bye!

Tuesday, January 11, 2011

Tweet90an

Tiba-tiba teringat trending topic twitter dengan hashtag #tweet90an.
Tahun 90an merupakan tahun gue TK ampe SD. Tweet90an gue adalah:
- Aduh, mudah2an mama pulang sore, mau nonton maria marcedes nih.
- Aduh, males ngaji
- Asiikk, papa pulang bawa barbie
- Ih,males banget deh temenan ama dia,sirik aja aku yg ranking 1
- Aduhh, kenapa candy-candy pisah sama terry?
- Asiiikk,komik sailor moon ada yang berwarna
- Iiiihh, buku seri tokoh dunia aku ada yg dipinjem ama sepupu aku
- Kalo aku gede, aku mau jadi polisi
- Aku mau pacaran ama mamoru chiba ahhh
Eh, setelah gue pikir2, gue ngapain ya pas SD? Nggak banyak yang gue inget. Hahaaha. Apa tweet90an kamu?

Sunday, January 4, 2009

wisata kuliner

Aku, merupakan salah satu bagian dari keramaian tiap tahun saat Lebaran. Ya, mudik merupakan rutinitas andalanku setiap tahunnya. Seru dan melelahkan, itulah kesanku. Namun, banyak hal yang dapat dilakukan saat mudik. Yak, apalagi kalau bukan wisata kuliner. Berikut adalah salah satu rumah makan yang dapat dikunjungi di berbagai kota dengan rasa jempolan:

1. Pesona Laut Jalan Raya Indramayu: Di tempat ini, sudah pasti menyajikan makanan seafood khas pinggir pantai yang segar. Letaknya di Jalan Raya Indamayu, sebelum pertigaan Indramayu-Cirebon dari arah Jakarta. Wah, maknyus deh pokoknya. Tapi siap-siap bersabar saja karena ramai pengunjung. Namun tampaknya ia sudah berjaga-jaga akan hal ini, sehingga waktu menunggu nya tidak terlalu lama kok.

2. Kuning Ayu Indramayu: Kalau tempat makan ini letaknya di Indramayu. Menu andalannya adalah ayam goreng, sayur asem, dan soto. Pelayanannya cepat, dan tidak pernah sepi. Untuk para pemudik, cocok juga karena tempat ini dilengkapi mesjid yang bagus, dan bersih.

3. H. Moi Jalan Raya Tegal: Letaknya menuju kota Tegal, dekat Jembatan. Menu andalannya sate kambing dan gulainya. Yummy dan sedap. Lagi-lagi siap-siap saja akan ramainya. Sambil menunggu, sedap juga mencium asap satenya dahulu (apa sih Septine.. Hahhaha).

4. H. Mul Cirebon: Kalau rumah makan ini, banyak sekali terdapat cabangnya di Cirebon. Menu andalannya seafood segar ala pantai. Maknyus sekali kepiting saus padangnya. Kalau jam makan siang, hati-hati ramai saja. Namun, ia buka hingga malam, sehingga kalau datang di sore hari, cukup sepi kok.

5. Mbok Sador Simpang Lima: Menu andalan mbok yang satu ini adalah pecelnya. Biasanya buka saat malam bahkan ketika sahur pun masih ada. Seru sekali makan di malam atau sahur ketika puasa, bersama dengan pedagang-pedagang makanan yang lain.

6. Ninit Magelang: Letaknya di kota Magelang dekat pasar yang dekat Hero (lupa namanya). Di sana menu andalannya adalah ayam goreng yang dimasak hingga tulangnya lunak sekali. Bagi seluruh alumni TN, rasanya pasti sudah mengenal rumah makan yang satu ini.

7. Solo Ria Sragen: Letaknya tepat di kota Sragen, di jalan rayanya. Menu andalannya adalah ayam goreng dan ikan bakarnya. Rumah makan ini juga menyediakan bentuk lesehan bagi para keluarga. Buka sesiangan hingga sore. Sambelnya, Yummy,,

8. Nyoto Roso Alas Roban: Hutan yang letaknya setelah Batang Pekalongan, sebelum Kendal. Diantaranya ada rumah makan ini yang menu andalannya adalah Ayam Goreng dan sayur asemnya yang bening sekali. Rasa belimbing wuluh yang segar enak sekali dikonsumsi ketika lapar. Nyamnyam.. Biasa buka di siang dan malam hari.

9. Cindelaras Muntilan: Rumah makan ini juga menyajikan berbagai menu. Sebenernya nggak taw juga yang paling enak apa. Tapi pernah nyobain ayam gorengnya enak juga, kalau temen suka banget sama opornya. Kalau siang rame banget.

10. SGPC Yogyakarta: Sego pecel ini letaknya di sekitar selokan mataram. Rasanya tidak terlalu pedas bagi para pembenci pedas. Lauknya pun ada macam-macam, mulai telur ceplok, tempe, sate telur puyuh, bakwan, gorengan, dsb. Suasananya klasik dan sering diramaikan oleh satu pengamen yang membuat suasana makin ramai.

11. Gudeg H. Amad Yogyakarta: Yah, menu andalannya apalagi kalau bukan gudeg. Kreceknya, maknyus.. Letaknya di sekitar selokan Mataram. Hati-hati kalau siang rame banget.

12. Baso Wong Duro Kepanjen Malang: Baso yang satu ini rasanya maknyus dan baso banget. Letaknya hanya ada di Jalan Raya Kepanjen-Malang dekat pom bensin. Selalu dipenuhi oleh pengunjung. Namun tenang, baru duduk, pasti baksonya sudah datang. Nyamnyam..

13. Sup Ikan Sanur Bali: Lupa namanya.. Cuma sudah terkenal sekali kok. Letaknya di dekat pantai Sanur. Jadi, sebelum berkunjung ke pantai Sanur, boleh juga sarapan di sana, mumpung belum begitu ramai. Enak dan segar sekali kuahnya dan juga ikannya.
Hahaha.. sambil menuliskan ini, aku sambil membayangkannya satu persatu. Sedap dan jadi lapar. Sekian dulu deh. Semoga bermanfaat bagi para traveler. Tips terakhir, kalau bingung cari tempat makan, datangi saja yang ramai, insya Allah rasanya tidak akan terlalu buruk.

Sekian sharingnya, mudah-mudahan berguna :)

Sunday, December 21, 2008

Apa yang harus selalu kau bawa?

Barang apa yang selalu ada di tas mu?
Kalau pertanyaan itu ditujukan padaku, ada tiga benda yang selalu wajib kubawa, yaitu:
1. Handphone: Rasanya agak berlebihan juga ya kalau handphone itu termasuk barang primer, hanya saja, aku hampir tidak bisa terlepas dari handphone. Tugas-tugas kelompok di Teknik Industri, selalu membuatku harus bisa berhubungan dengan seluruh teman-temanku, di samping pacar ya. Hehehe. Handphone sonyericsson K770i warna coklat punyaku, sudah dipenuhi oleh 699 nomor, dari 1000 tempat yang tersedia, dan disertai kamera 3.2 MP yang bisa digunakan di berbagai kondisi. Mau urusan apapun, tinggal klik. Ikastara bandung, oke, tugas PTI atau OR, oke, atau bahkan mama dan papa. Selain itu, telkomsel flash ku yang aktif, praktis digunakan di mana saja. Tinggal colok ke laptop, nyala deh. Bener-bener handphone multifungsi, yaitu GPRS, SMS, telepon, bahkan reminder. Kalau handphone esiaku, masih berada di posisi dua, dengan merek Samsung. Ada kamera VGA juga, dan mampu menampung 1000 nomor dengan yang sudah terisi 300 nomor. Benar-benar murah dengan nomor esia di dalamnya. Kayaknya, kalau mau cari sponsor, anak TI ITB harus ke esia, karena lebih dari 50% mahasiswanya menggunakan esia.
2. Dompet: Ya iyalah. Gimana mau makan, kalau uang aja nggak ada. Wajarkan kalau dompet merupakan barang wajib bawa. Dompet selalu berisikan uang cash sekitar 100 ribu aja udah cukup, dan jangan lupa ATM buat kalau mau hedon. (hahaha.. Padahal ga pernah ada isinya :P). Selain ATM dan uang cash, sertakan juga uang receh buat pengamen, KTP yang masih aktif dan juga SIM.
3. Payung: Entah mengapa, karena bogor sering hujan, aku selalu terbiasa membawa payung ke mana pun. Rasanya bete aja, kalau misalnya hujan turun, aku harus menunggu sampai reda, mendingan terobos saja, tentu saja dengan payung. Yah, kalau memang kira-kira akan pulang agak malam, jangan lupa ditambah jaket. Bandung yang terkenal dengan dinginnya, memang tidak main-main dengan udara dinginnya dan sering hujan juga ternyata. So, sedia payung sebelum hujan.
Bagaimana dengan kamu? Apa yang selalu ada dalam tasmu??

Wednesday, October 8, 2008

Rumah itu Setahun Sekali

Aku dan keluargaku selalu mempunyai rutinitas setiap kali Lebaran. Ya, tak lain tak bukan adalah mudik. Walaupun hampir setiap tahun kami terjebak macet, namun kami tak pernah kapok.

Aku selalu mudik ke Malang, tempat kakekku berada. Walaupun ia telah tiada, namun karena keluarga ibuku sangat besar sekali, kami semua selalu menyempatkan untuk dating, entah hanya untuk kumpul bareng ataupun jalan-jalan bareng.

Aku selalu melewati jalur pantura, melewati Indramayu tempat kakek dan nenekku dari Ayah, lalu lanjut ke Brebes-Tegal-Pekalongan, hingga Semarang. Kemudian ke Salatiga lalu Solo. Selanjutnya melewati Sragen dan lanjut ke kota Ngawi. Lalu terus saja melewati Nganjuk-Blitar-hingga Malang. Jangan harap tempat kakekku itu di kota Malang, melainkan di Malang coret alias hampir berdekatan dengan Blitar. Aku pun tak pernah berharap menemukan desa kakekku itu di Google Earth, karena tempat kakekku itu berada di desa Jambuwer, di kaki Gunung Kawi. Jadi, jangan heran kalau ke kota Malang saja, aku harus menempuh waktu dua jam sendiri. Belum jika macet atau pasaran. Wah, jangan harap dua jam bisa mencapai kota Malang.

Aku mempunyai 13 sepupu. Wajar saja, Ibuku 8 bersaudara. Kami selalu mempunyai acara tahunan sendiri. Waktu aku kecil dulu, aku ingat sepupuku sudah SMA dan SMP, mereka selalu membuatkan acara untuk kami. Drama merupakan favorit kami. Kadang drama romantis, kadang drama horror, yang akhirnya selalu tertebak, yaitu komedi karena ulah sepupu-sepupuku yang masih kecil-kecil. Kadang kami juga mengitari daerah sekitar desa kakekku dengan menggunakan mobil, mencari-cari kuburan dan tentu saja, bagian sepupuku yang lebih tua menakut-nakuti sepupuku yang lebih kecil.

Walaupun begitu, kami selalu menantikan Lebaran itu setiap tahun. Walaupun hanya sebegitunya, tapi kami begitu ingin tahu keadaan satu sama lain. Kadang aku ingin tahu bagaimana keadaan sepupuku yang ada di Surabaya ataupun bahkan yang satu kota tempatku kuliah, karena saking jarangnya kami bertemu.

Dulu, ketika kakekku masih ada, kami selalu pergi makan ke Blitar ataupun Malang, mampir sebentar ke alun-alun untuk beli bakso atau hanya sekedar es, kemudian mampir ke sungai hanya untuk main-main. Lima tahun yang lalu, kakekku tiada. Namun ternyata tradisi itu kami lanjutkan. Memenuhi rumah kakekku, kemudian pergi bermain-main. Kami selalu tak lupa menikmati hasil kebun kakekku yang mulai tidak terurus, entah mengambil kelapa ataupun jambu ataupun mangga.

Selebihnya, rumah kakekku itu kosong melompong, bahkan kalau kau meninggalkan kotak pada tahun ini, tahun depan pun masih akan dapat kau temukan. Tidak ada orang yang menungguinya. Kedua kakak ibuku yang berada di dekat rumah kakekku pun hanya sesekali melongok atau hanya sekedar menyalakan dan mematikan lampu.

Biarlah begitu, agar kami selalu merindukan rumah itu setiap Lebaran.