Tuesday, July 28, 2026
anak guru
Thursday, November 13, 2025
End of chapter
Dear blog,
Finally end of my Switzerland chapter. I will definitely miss living there. Easiness living there will never beaten by here, I should not compare at first place lol.
Many things happened very fast in the past week. I am not sure how should I proceed those feelings. It’s just I am very grateful for friends I found there, for the clear skies, fresh air, punctual trains and trams. Those simple livings. I love it so much.
I will wrote my hikings, my cities exploration, and all my favorite things in Switzerland.
Maybe later. I should overcome my jetlag first. Bye all.
Wednesday, August 6, 2025
3 out of 4 down
hi blog. postingan pertama di 2025. been a while.
now that there are 3 months left, I feel a very mixed feeling.
because of work, I want to go home so bad. but I know for sure home is more chaotic than I would have imagined. it’s just I feel like if it’s not worth the experience, I rather do it at my own home. I never really feel like belong to this place.
well I cannot not be thankful or grateful for all these experiences. I have a super unique opportunity and I bet there are many people wish to be on my shoe. but I cannot lie that I am totally 100% like being here.
well I miss the people, the food, the chaotic somehow. and especially my friends and family. all my closest already told me to just go home. I will soon.
lalu udh beberapa saat, lupa tujuan utama ngeblog hari ini haha. seperti biasa super random. maybe next time, I will share my experiences living in Switzerland or travel blog while I was here. I am gonna miss here too for sure.
byeeee. from Basel, while watching Takeru Satoh in my bed. (and testing this blog using my other email)
Friday, December 20, 2024
Another turn in 2024
Hi Blog!
Tinggal berapa hari lagi ya 2024. Sungguh 2024 ini suatu roller coaster yang fyuuuh haha. Tikungan-tikungan tajam yang sungguh membuat hati ini kayak mau copot haha. Untung ada beberapa hari bisa slowing down.
Emang kadang ya namanya hidup. Bener2 ngga butuh sesuatu yang grande, sesuatu yang luar biasa, tiba-tiba hidup bisa berubah. Jadi lesson learnednya apa? Gue paling suka analogi, kadang kalau liat ke diri sendiri kemarin, kayak segitu2 aja, ngga progressing. Tapi kalau liat ke diri sendiri 5 tahun, 10 tahun lalu, baru berasa progressingnya kita. Makanya, yang paling penting melangkah sedikit-sedikit.
Sekarang sampai di sni pun, terlihat enak, gampang, mudah, menyenangkan. Andai gue bisa cerita semua air mata dan semua yg gue lakuin sampai di sni. Tapi ngga penting lah, semua orang juga berjuang dalam hidup. Jadi yang gue alami pun, ya dialami semua orang, dan ngga se-spesial itu.
Anyway, cuma mau nulis how grateful I am up until now. I can not say it is merely because of myself, but it is because of the support of my family and people around me. I missed bakso, the hot weather, abang gojek, dan kechaotic-an di rumah. But for now, let me focus on myself and enrich myself with new things and challenges.
Selamat menyambut akhir tahun dan tahun baru 2025. Semoga kita semua sehat-sehat dan dilancarkan semua rencana ke depan.
Saturday, April 27, 2024
Berdamai dengan Diri dan Berserah
Monday, May 15, 2023
there is no such thing as black or white
hmm pgn cerita soal black and white. apa ya. akhir2 ini setelah habis ngerasa kok gue idealis banget jadi org, skrg malah jadi ngerasain jangan terlalu menilai orang black or white.
well, i hv bad personality to judge people fast. gue merasa ada beberapa kebiasaan dari orang2 yang membuat gue suka ngejudge. misalnya small lies, small talk topics, dll. dan itu membuat gue gampang banget ngejudge org dan sometimes it lies for a long time. i know about this very well, so i try my best to overcome this. gue kayaknya sih udh berusaha tidak membuat gue bertindak thd org atas judgement gw.
gue cenderung pny pengertian black and white versi gue. gue menilai beberapa case/value itu black/jelek/negatif dan case lainnya itu white/bagus/positif. hampir gue ngga pny value grey, i dislike grey area. klo jelek ya jelas, klo bagus ya bagus.
tapi akhir2 ini, gue lagi merasa, dunia itu banyak abu2nya. gue baru menyadari juga kalau pengertian black and white itu beda2 dan setiap org punya value nya masing2. buat sebagian org mungkin masih oke, white. tp buat gue mungkin udh masuk black.
dari sini, gue jadi mikir, apa sih sebenarnya yang bikin setiap org punya value yang beda gtu. bisa jadi kebiasaan dia dari kecil, lingkungan, politik, agama, dan berbagai indikator lain. beberapa case ekstrem mungkin sama, misalnya org bunuh ya jahat. tapi beberapa case bisa jadi abu2, misalnya apa ya, pengemis nyuri makanan.
case abu2 ini makin lama makin banyak gue temui. dan untuk case lainnya, gue juga menemukan beberapa orang tidak black or white. awalnya gue judge ni orang ngga bener, tapi lama2 gue menemukan juga kebaikan/kelebihannya. vice versa, beberapa org gue percaya, tapi lama2 gue bisa menemukan juga kejelekannya (dan mungkin kalau gue nemuin lebih awal, gue akan judge dia black).
akhirnya ini juga yang membuat gue berusaha utk tidak terlalu suka or sebal sama orang. setiap org punya kelebihan dan kekurangannya masing2. dan bisa jadi yg kita nilai bagus itu ngga selamanya bagus.
gue pernah bener-bener melihat org menilai temen gue black, di saat gue tau bagaimana dia ditekan oleh bosnya shg dia menjadi seperti itu. (dan well, bosnya tetep dinilai bagus oleh rekan2 lain cih)
yaa gtu deh. intinya, dunia makin lama makin ngebingungin. makanya jadi org dewasa itu susah ya, casenya makin bervariasi dan cara menyikapinya juga ngga bisa black or white. dan gue pun bertemu dengan beberapa teman kuliah, yg kurleb punya background mirip, juga menemui hal yang serupa. sulitnya menjaga black or white, dan gimana ya caranya menyikapi dunia yg tentu saja tidak seindah itu.
udh ahh. sampai jumpa di postingan ngga terstruktur lainnya.
Wednesday, March 15, 2023
what kind of student are you?
hi Blog.
sebenarnya lagi training dan besok mau ujian. tapi tetiba capek belajar jadi malah pgn blogging. and as always, writing without structure.
sesuai topik, belajar. kalau ingat2, gue termasuk yang seneng belajar sendiri dari kecil. pas tk, bahkan nyokap ngga pernah ngajarin gue baca. tapi tetiba gue suka baca, dan bacain buat temen2 di tk. kalau yg lain suka main di taman, ada kalanya gue hobi bgt bacain buku buat temen2 gue yg blm bisa baca.
pas sd, well, ortu gue guru (or dosen), tapi gue paling ga suka belajar sama ortu hahaha. gue inget awalnya gara2 caranya beda sama yg diajarin di sekolah, jadi gue suka frustasi harus inget dua cara berbeda. yg paling inget sih matematik dan ngaji. tapi ternyata outcomenya oke (regardless gue suka nyuekin nyokap), akhirnya nyokap ngebiarin gue belajar dengan cara gue.
entah kenapa, dari sd emg suka aja sekolah dan belajar. gue bahkan dulu kuat di bidang2 ingatan (dan math juga sih). pas sd, ngewakilin lomba aja di bidang IPS hahaa. buat gue yg gedenya di bidang science, aneh. tapi inget bgt kalau dulu semangat hapalin, maniak bahkan. sekolah ngga cukup, kayaknya kelas 5 sd gue udh ikut les. walau capek, tapi gue suka banget ikutan les.
smp, masih mirip2 maniaknya. kayaknya sejak kelas 1 udh ikutan bimbel. awalnya sih semacam ngisi waktu luang aja. terus ditambah bahasa inggris dan piano (yg dua ini agak2 ekskul lucu aja). walau ikutan baris berbaris ampe bikin gue lengser dari peringkat tiga besar, tapi gue inget gue masih suka belajar dan suka juga belajar brg sama temen2 di sekolah pas istirahat or nunggu jam les. tapi yaa smp ini kayaknya bandel2nya gue. gue juga suka kabur main ke rumah temen, or sekedar kelayapan creambath or makan eskrim di mcd. jaman ini juga baca buku udh kayak ngemil. beralih dari jaman SD suka banget baca komik, jadi suka bgt baca novel. nerd is in my blood.
sma, masuk asrama. kesukaan belajar gue harus dibenturkan dengan berbagai “kewajiban hidup” macemnya nyuci dan nyetrika. blm mature, tapi udh dipaksa hahaha. belajar malem ada jam wajibnya sampai jam 21.00, tapi gue kebanyakan molor di meja saking ngga sanggupnya. syukurnya gue jarang ikutan her alias ngulang ujian, jadi gue sering dibiarin tidur hahhaa. mungkin motivasi spy bisa tidur banyak mengalahkan segalanya. pas sma, gue ngga secemerlang itu, tapi okelah untuk ukuran anak yg tidur paling cepet dan bangun paling siang. hahaha. yang penting ngga ngulang dan bisa tidur lebih banyak. suatu motivasi. tapi yaa pas jaman ini, akhirnya ikut tim yg ngebantuin atau narikin temen2 lain. jadi ketua kelompok belajar, ngoordinir jadwal belajar dan temen yg bisa sharing topik2 utk temen2 lain. I still ace in math but I was not good at others. inget bgt pas jaman ini, ada guru les yg sangat tidak menyarankan gue jadi dokter krn gue malas. well, a bit offended, tapi gue ngga pengen jadi dokter juga si, yaudalah ya. hahaa.
pas kuliah S1, baru akhirnya ketemu kondisi yang harus maksa diri buat belajar. capek karena banyak tugas, tapi materi kok suliiiit bgt rasanya. ngga bisalah belajar sekenanya lagi. harus serius, tekun dan rutin. dulu pas sma ngerasa ngga berharga, pas kuliah S1 ini makin ngerasa ngga berharga. orang2 pada pinter2 amat yak. paling debes pas semester 3, tugas lagi banyak2nya, praktikum pula jadi padet jadwalnya. akhirnya sampe kosan tidur dulu, dan maksain bangun jam 10-11an dan belajar sampe jam 1-2an. paginya bangun sebelum jam 7 karena banyak kuliah pagi. hasilnya juga ngga bagus2 amat sih, but I survive a lot better than what I would have imagined. akhirnya lumayan kebawa ke sisa semester selanjutnya, dan akhirnya survive sampai lulus dengan hasil jauh dari target huhuu. pas jaman ini juga baru tau soal IQ, dan gimana IQ gue termasuk yg lumayan. akhirnya turning point juga pas jaman ini, pengen bgt kerja dimana gue bisa manfaatin kelebihan akademis gue (dan “gift” gue) di jalur apapun, dan kalau bisa non komersial. makanya akhirnya gue kerja di tpt sekarang. komersial-ngga-komersial lah ya hahaha. gue juga udh menerima diri gue sepenuhnya. nerd and so what. hahaha
anw, pas udh segede ini, akhirnya paham. somehow, mau jaman jadi siswa kayak apapun, lo bisa sukses dengan cara masing2. bukan berarti pelajar teladan akan punya duit yang lebih banyak dari anak2 ranking akhir, atau anak2 ranking 10 akan lebih di belakang ranking 2. rank is not important. tapi yang penting adl gimana kita bertindak berperilaku di posisi apapun pas jaman jadi siswa dulu. tetep aja ada beberapa hal yang ngga akan bisa diubah dengan cara apapun. jadi kayaknya emg penting banget buat punya etika hidup yang baik sejak kita masih jadi siswa. aaaaand we will meet similar friends, with similar value, similar backgrounds.
udh ah, ngga jelas mau nulis apa hahhaa. see you and wish me luck.
Monday, January 9, 2023
women in workplace
satu lagi deh mumpung keinget satu topik.
akhir2 ini lagi sering baca isu soal gender. ada berita perempuan di Afganistan ngga boleh sekolah, perempuan di Iran harus berhijab, gap gender inequality esp wages di Korsel, postingan bahwa korban pemerkosaan bersalah di iklan Rabbani, dan berbagai stupidity lainnya terkait gender.
gue sampe mikir ya, sebenernya yang bener tuh gimana sih. apa iya perempuan itu harus ngga berdaya, harus iya iya aja kalau disuruh sama laki2, harus pasif? kalau nih kalau, perempuan ini tiba2 ngga punya keluarga, ngga punya tempat bergantung, apa iya perempuan itu harus pasif, iya iya aja?
dari sisi kemanusiaan, justru menurut gue perempuan itu harus berdaya. harus punya kemampuan untuk menghidupi dirinya sendiri. selama mampu, baik laki2 dan perempuan itu harus bisa mandiri, ngga bergantung sama siapa2. kalau akhirnya perempuan itu memilih lain, tentu itu juga boleh. tapi perempuan harus pintar, tahu berbagai pilihan, sebelum menentukan pilihannya.
stigma perempuan di tempat kerja gue pun masih ada. walau gue bersyukur ngga kental, tapi pasti ada aj. kalau perempuan marah-marah, pasti dibilang sensitif. padahal laki-laki yang doyan marah, ngga pernah dibilang sensitif. kadang demi tidak memunculkan stigma, sampe rela minum obat pereda sakit ketika haid. padahal really, itu hak perempuan untuk izin setiap bulannya. kadang ada yg sampai dinilai negatif karena cuti melahirkan. geez boys? really? dan bahkan yang baru gue denger, ada yg maksain org pake hijab. hellaw, Indo atau Iran neeeh?
kadang gue bingung ya. memperlakukan orang, regardless gender, ya seperti orang aja. seperti kita mau orang memperlakukan ayah/ibu kita, saudara kita, anak kita. adil dan sepadan. setiap gender punya role, ekspektasi, dan sifat masing-masing, but please do respect and empathy. gue dan mayoritas temen perempuan gue bisa baca peta, dan gue punya beberapa temen laki2 yang gampang nangis kalau nonton video hewan. gue punya temen perempuan yang jago nyetir dan gue punya temen laki2 yang super sensitif yang bisa empati sama curhatan temennya. if I have son or daughter or brother or sister with those characteristics, I will be proud of them. semua benar REGARDLESS GENDER. we are all different, so we need to respect each other.
buat bapack-bapack, cwo2 berpikiran sempit, gue doain mudah2an pada punya anak perempuan yang pinter-pinter. yang bisa berbuat banyak buat keluarga dan negaranya dengan sekolah tinggi, dengan bekerja, ataupun dengan mengasuh anak-anaknya di rumah. perempuan itu HARUS pintar.
Alhamdulillah gue selalu berada di lingkungan kecil yang suportif sama hal2 baik dan damai. kalaupun ada yg aneh, selalu ada closest friends yang care soal hal kayak gtu. well, we become friends because we have same values about this.
udah ahh. seperti biasa, tulisan tanpa struktur dan ngga nyambung sama judul. cm pengen nulis aja sebelum tidur.
new year new me?
finally 2023.
first, I got to say, Alhamdulillah. Although too many sad events back in 2022, but still I should be grateful for everything.
maybe this is a way Allah shows that whatever Allah wants, Allah gets. I thought I could not be sadder than before, then it is. However I still manage to survive.
I got to finish 2022 with happy events. Got to travel with closest friends and I could not be more grateful for that. finally I can say, it is all worth to go through so many hassles before to experience so many beautiful sceneries. maybe I should dedicate another travel post about that.
mau cerita apa ya.
2022 itu kayak tahun paling demotivated sepanjang sejarah kerja. akhirnya ngerasain juga depressed, males ngapa2in, males bangun, males aktivitas. kerja juga bisa nangis2 sendiri. padahal ya ngga ada yg bikin sedih. cm kebanyakan kerjaan sampe beneran bingung. udh kerja pagi ampe malem, masih aja telat submit macem2, masih aja kurang ini itu, masih aja mepet2. padahal i try my best not to defer any tasks and do things right away. ngga tau, perasaan udh praktek kerja efektif efisien, kerja smart, cepet-yang-penting-kumpulin-dulu, ttp aja ngga selesai2. for the first time, I feel stupid and restless, I feel incompetent for what I am doing.
tapi yaa. Allah MahaBaik. selalu ada yg nolongin di saat-saat terakhir. ada yang menghibur (pdhl mungkin dia ngga bermaksud), ada yg ngajakin main, ada yg nanyain kabar, ada mamah yg standby mijitin, papah yg standby pesenin gofood. what a life.
too many tears in 2022. klo dipikir jernih, ngapain sih sedih2an buat urusan kantor yg yaudalah. harus move on. harus belajar buat cepet pulih, cepet move on. cepet terima klo semua ngga harus ontime, ngga harus excel, ngga harus bagus. do it on my time.
udah dulu deh postingannya. 2023 mudah2an lebih baik lagi. banyak kerja tp banyak main. mudah2an pandemi juga udahan, pengen lebih banyak main dan nulis. bye All!
Saturday, July 30, 2022
Prioritize Myself
Hello world.
Hahaha lagi curhat mode: on jadi monmaaf yah kwkwkw.
Kemarin hbs medcheck. Dan kali kedua, ada lagi berita buruknya. Hufft.
Definitely should rethink about myself and do what I want to do.
Bye!
Thursday, June 30, 2022
Being 30s
Hi Blog.
This post will be dedicated to my 30s self lol.
Being 30s is not as scary as I would have been imagined. I mostly thought I will be miserable and sad. But it is wrong! Maybe this age comes with maturity hihi.
Being 30s comes with advantage. Expected routine, jobs, income, and I know most things I want and I want to do in life. I become clear of what I like or dislike, and I become more confident with choices in life. I am not scared to decide things I want because I understand life is not that long anymore.
Not that I become perfect. All things that I was scared before become blurred because I know most of it are not what define myself. If I do not have a bright career, so what, I can pay my own meals and buy some things I want. If I do not have a perfect skin and fashion, so what, I am perfect the way I am. If I spend most of the time alone, so what, I can do whatever I want.
I understand that what is mine will eventually become mine, and what is not mine will not become mine no matter how hard I try. So I become less greedy for many things. The most important things are my inner peace and how content I feel with my life.
I try my best to not swayed by other’s thought. People can easily criticize and comment about others. I allocate time for my closest important friends and that’s it. My closest family’s and friends’ inputs are the most important. And I mostly know what I should do. Really, I should put myself for my own happiness and not depend to anyone else. Having freedom to do and decide things in life are some of my favorite things. My competency, my manner define myself.
Although it’s like I am the most mature person in the world, I believe I am not. I try my best to keep learning and try to listen to others. I try to keep helping people, do my best for greatest good, and spread positivity around me. Well, being 30s means I am more capable to do more things, and can empathize to more things. And hopefully all this time can make me a better mature person. Hopefully I can keep being more mature and can easily laugh when things get hard (I mean, laugh at myself lol).
That’s all for today. For you who just hit 30, don’t worry. Greater happiness will wait for you. Keep moving to better side.
And to myself. Thank you for being there. Thank you for trying hard in many aspects in life. You’re doing great and will keep up the good work in the future.
Saturday, May 28, 2022
We are so special yet we are all ordinary
Hi all.
Akhir-akhir ini miris baca berita, org seenaknya mukul org lain, cuma karena dia punya jabatan tertentu. Well, ini juga akhir-akhir ini yg sering jadi kepikiran.
Akhir-akhir ini sering liat org bilang “saya ini ___, kamu ngga tau?”. First hand experience di rumah sakit, hotel, bank. Sampe dalem hati gue bingung, lah terus kenapa.
Dari kecil, kita sering dibilang bahwa kita ini spesial. Kayaknya bgtulah perasaan org tua, merasakan bahwa anaknya merupakan “the special one”, beda dari yang lain dan mungkin lebih baik dari yg lain. Buat anak kecil, perasaan ini emg penting kayaknya. Biar ngga minder kalau lihat temennya yg beda warna kulit sama dia, nilainya lebih bagus dari dia, atau lebih sering dipuji dari dia.
Well, I kinda agree that each of us is special. Individuals are unique and there is no such thing as identical persons (even twins!). each of us has different talents, raised in different condition, has different desires and ambition. It makes us unique. And no one can judge us for being different.
But on the other hand, we are all the same. None of us has the right for being treated differently. Well I talk in normal setting. It might be different in formal events, where someone should be a king or president or minister. But on the normal setting, we are all human. I do not think that someone should be treated better or worse than the other. You might have different package to pick for people, but again, everyone should be treated the same.
Layanan kesehatan, semua orang berhak sehat. Layanan keuangan, semua orang berhak mengelola keuangannya. Layanan akomodasi or restoran, semua orang berhak untuk makan atau tidur di luar dari rumahnya. Tidak ada org yang berhak meminta layanan lebih dan tidak ada org yang berhak menolak permintaan layanan tsb. Tidak boleh ada customer yg ngeyel minta lebih, dan tidak boleh ada penyedia layanan yg pilih-pilih.
Makanya konsep kita semua unik itu betul. Tapi kita sebenarnya ya sama-sama aja, manusia. Yang sama-sama punya keinginan, sama-sama merasa spesial, tapi akhirnya ya sama aja.
Mudah-mudahan ini jadi reminder gue juga. Bahwa gue ngga boleh sombong. Well gue lulusan S2, tapi apa spesialnya gue dibanding yg lain? Gue punya jabatan ttt di kantor, terus kenapa kalau di luar kantor. I might have privilege to become like this, and it cannot be compared to others. Di mata Tuhan, kita ini sama aja. Spesial, tapi ya sama aja.
Jadi buat apa sombong? Buat apa merasa lebih?
Tuesday, May 24, 2022
Health is Important
Hello world. It’s been a while since I visit here. Now it’s almost 1 am and I want to write without any ideas hmmmm.
It’s more than two years since pandemic, and it’s getting better (hopefully for sure!). we already do things almost normally and cases keeps getting smaller. thank God!
Mungkin kali ini pengen cerita soal pengalaman rawat inap di RS perdana tahun ini. Setelah 2021 yg begitu berat, kayaknya badan ini protes keras. Sebelum sakit, udh ngerasa ngga enak badan dan memang udh merencanakan istirahat full dengan ambil cuti dua hari.
Tapi Tuhan berkehendak lain, istirahatnya diperpanjang karena gue mendadak demam tinggi. Percobaan tes darah pertama, positif tipus. Well, waktu itu emg lagi rada ngga bersih makan alias jajan gofood melulu. Trs akhirnya ke dokter dan dikasi antibiotik.
Demam membaik, trombosit drop. Akhirnya diagnosis tambahan demam berdarah, dipaksa rawat inap supaya ngga kurang cairan dan shock. Pas itu emg ngga enak makan banget dan perdana ngerasain ngga doyan makan samsek dan waktu itu emg berat turun 3 kiloan dalam seminggu. Ngeri abis.
Oiya, sebelum dua diagnosis itu, gue harus berkali2 PCR antigen karena emg lagi ada badai omicron. Waktu itu juga udh dikasi plan B, kalau positif covid, berarti harus dirawat dari ruang isolasi. Either way, being admitted is the best way.
Karena negatif seluruh tes COVID nya, akhirnya masuk ke kamar perawatan biasa. Alhamdulillah sepi dan mama bisa ikut nemenin. Yaampun gtu ya rasanya dirawat, diinfus, didatengin dokter, suster, bolak balik ditanya yang dirasain, dst. Diinfus rasanya aneh, seger sih pas cairan akhirnya bisa banyak masuk (sebelumnya, minum makan minimal jadi super lemes super pucet). Seluruh suster bener2 perhatian sigap 24 jam dan baik bangeeettt. Untuk boost makan, tidak lupa dikasi obat untuk perut sampe triple kombo supaya makan cepet balik normal dan cepet pulih.
Dua hari pertama, trombosit masih terus ngedrop dan sempet alergi antibiotik tipesnya zzzz. Sbnrnya sempet panik, bgtu pula semua temen2 kantor. Kiriman banjir buat boost trombosit. Alhamdulillah membaik di sorenya. Hari ketiga makan udh mulai normal. Hari keempat trombosit rebound dan boleh rawat jalan.
Pas rawat jalan, akhirnya gue baru skali ini ngerasain recovery. Makan dan tidur bener2 banyak banget. Perdana ngerasain tidur se-deep itu pdhl aseli seharian, perdana ngerasain napsu makan segtunya, dan perdana ngerasain rambut rontok sgtunya. Pas konsult dokter, katanya sih smuanya normal aja. Dikasi vitamin utk darah dan multivitamin biar cepet baikan.
Selama sakit, bener2 ngerasa powerless. Bener2 diri ini cuma bisa dijaga sendiri dan harus jadi prioritas sendiri. Kalau sakit, kantor cuma bisa simpati, ngga lebih. So, it’s very important to take care of yourself. Dan yg terpenting, all you have is your family and friends. Bener2 kita harus baik sama mereka karena emg siapa lagi deh yg mau ngerawat dan bantuin kita.
Udh sekitar 2 bulan dari keluar RS. Hidup mulai ngga bener lagi. Mudah2an tulisan ini jadi reminder buat diri sendiri untuk jaga diri, bikin jadwal seimbang, ngga usah tll stres mikirin kerjaan, dan ngga usah tll mengharapkan org lain akan jaga diri gue selain diri gue sendiri. You too gengs, take care of yourself. Please do reach me if you need help. Will gladly find a way to help.
See you (hopefully in near post). Bye!
Thursday, April 8, 2021
How am I?
Berprasangka baik sama Tuhan itu susah yah. Udh diyakini dan dipahami kalau rencana Allah pasti yang terindah, yang paling baik, dan yang paling tepat. Allah Maha Adil dan gue yakin smua yang jadi hak dan milik kita ngga akan tertukar.
Tapi tetap aja susah. Pantesan ikhlas itu katanya paling susah.
Tapi di sisi lain, lagi banyaaaak bgt cara Tuhan comforting. Lewat berbagai cara dan org yg ngga diduga dan ngga disangka. Tapi rasanya menghibur bgt.
Mungkin emg perlu banyak olahraga dan jalankaki. Biar badan ini lebih seger dan kepala ini ngga aneh2 yg dipikir.
Maafkan super random.
Bye!
Pandemic Routines
Hi Blog.
Udh setahun pandemi, belum ada tanda-tanda selesai. Ternyata gue blm pernah spesifik bahas pandemi di blog kayaknya wkkwkw. Setelah setahun, it’s natural to pick up new habits and routines. Maybe let's talk about my new routines.
1. WFH.
Alhamdulillah gue dpt privilege utk kerja dari rumah. Akses data di kantor juga udh dibukain akses dari rumah. Tapi yg pasti bosen banget, working full hours di situ2 aja.
Bullying
Hi Blog.
Lagi pengen nulis di blog setelah sekian lama.
Kali ini pengen bahas soal bullying gara-gara lagi trending topic di Korea, dan ada kejadian baru-baru ini yang bikin keingetan pgn bahas topik ini.
Well, klo personally, dulu pernah kayaknya dibully di jaman SD. Temen-temen ngga boleh temenan sama gue dan bahkan dibuat gue ngga bisa juara. Tapi dulu pas kejadian sih cuma bingung aja, kok gue ngga boleh temenan sama temen yg gue pengen. Lama-lama gue pikir kayaknya itu namanya dibully. Untung masih ada temen2 yg mau diajak ngobrol, dan bahkan di masa-masa itu kayaknya gue akhirnya belajar utk balik naik kendaraan umum sendiri spy ngga barengan jemputan sama temen-temen "aneh".
Pas SMP, walaupun labil luar biasa, Alhamdulillah ketemu temen-temen baik and I passed my puberty safe and well. Banyak memori menyenangkan juga di masa itu. Pernah dilabrak ngga ya? Hmm kayaknya ngga pernah sih cm ditegur-tegur biasa, tp gue bukan sasaran senior-senior.
Pas SMA, mungkin gue termasuk golongan aneh. Well, it was one of my darkest moment in my life. Not sure why, maybe I was not mature enough. Mungkin itu juga gue kadang suka dinasehatin sama temen2, yg sampe sekarang gue ngga paham sih kenapa. Kdg gue juga mendapati orang-orang ngomongin gue di belakang. But well, I guess ignorance is a bless. At that time, all I care is I need more sleep. Jadi dulu selalu berusaha tidur paling cepet dan bangun paling siang, dan gimana caranya spy ngga perlu ngulang ujian spy ngga perlu belajar berkali-kali. Temen juga alhamdulillah baik-baik and I passed that time safely.
Eh kenapa jadi curhat ya. Hahhaa. Anw intinya, semua pengalaman2 bullying yg gue alami saat itu sebenernya ngga berasa, tapi kalau dipikir-pikir ternyata gue pernah dibully. Saat itu mungkin gue cm sedih, paling cerita sama ortu atau sama buku tulis krn pas SMA ngga tinggal sama ortu. And it changes the way I am. Tapi dengan pengalaman-pengalaman itu, gue cm bertekad, I wanna be good and I wanna prove that I am good. Gue juga akhirnya jadi bodo amat sama omongan orang-orang and fokus sama diri sendiri,
Well, baca di berita-berita Korea, berat banget sih bullyingnya. Mungkin krn tuntutan juga lebih tinggi di sana ya dibandingkan di Indo, apalagi jaman gue dulu. Emg jadinya dasar atau pegangan hidup seseorang jadi penting banget. Not sure how to have that "foundation" but I guess life is getting harder these days.
Buat yg pernah dibully, well you are not alone. I hope you can befriend with those dark memories and moving on. You are good if you're doing good, no matter what people say.
Buat yg pernah ngebully, mungkin ngerasa dulu labil juga jadi ngebully, tapi mudah-mudahan pny waktu buat minta maaf. Bullying scar can remaining forever although as the time passed, you can laugh at that scar.
Well do good while you can. Because you can not live alone.
Thursday, September 24, 2020
What you got from travel?
For my college reunion, I got to upload my current photo to make a difference now and then.
After looking at my collection, I don't really find my good photos lol. All I got is a blurry selca although I have many amazing panoramic photos.
At first I got frustrated. But then I realize, so what?
Looking at the albums, all I do is smiling and remembering what happened behind the scene. Sometimes I got a wrong bus just to look for a spot, or I got to walk several blocks before arrived at the place, or sometimes I just had an amazing lunch so I got super sleepy.
It would be nice to have nice photos to see. But in the end, the memories will remain longer. It is nice to have opportunities to travel and experience many things. And it does not matter if I do not have a good photos of mine. I still remember that those journeys are memorable.
Wednesday, June 3, 2020
Don’t be a Neutral
Udh tahun 2020, tapi bulan Juni ini baru posting pertama kali.
Pdhl udh ada dua draft. Ngga tahu kenapa ngga jd dipost wkwk. Pdhl gue biasanya asal nulis aja.
Anw, mau posting ini karena akhir2 ini sering ngerasa gni. Plus lagi ada tragedi di US yg buat hashtag BLM dimana2.
Well tragedi itu sungguh ngga banget. Ngilu aja rasanya. Dan ngga kebayang perasaan orang-orang minoritas yang udh ngerasain diskriminasi di seluruh lini kehidupan. Dan akhirnya orang-orang bener2 menyuarakan pendapatnya even di tengah pandemi COVID yang blm sepenuhnya selesai.
Sebelumnya, liat orang demo atau posting di socmed selalu membuat gue agak hmmm, ngapain sih. Buang2 waktu, tenaga, blm tentu didenger juga. Tapi akhir2 ini baru ngerasain klo speak your voice itu penting banget. Orang ngga akan tahu apa yang kita rasakan, kalau kita ngga bicara.
Being born and raised as a Javanese, I grew some of Javanese behavior. Salah satunya, suppress your feeling. Hal ini yang membuat gue ngga terbiasa berpendapat. Kalau ada apa2, "udh lah biar aja klo ngga ada hubungannya sama kita". Kebiasaan ini bisa gue lakuin karena selama ini gue mayoritas. Gue ngga perlu "hidup susah". Tapi ternyata, hal ini ngga baik.
Bayangin lo terima perlakuan tidak adil karena lo minoritas. Mungkin yang ngga adil cuma 1-2 orang dari si kaum mayoritas. Tapi kalau lo diam, apa ada orang yang tahu kalo ada orang jahat.
Gue juga inget ada kajian Gus Baha yang bilang, dalam Islam yang baik itu ya baik, dan yang jahat itu jahat. Jadi stance kita harus jelas, membela yang baik dan meluruskan yang salah.
Dan hal ini yang lagi gue coba biasain di kehidupan sehari-hari. Kalau ada yg kurang sreg, langsung gue bilang. Asal caranya sopan, bukan? Di kantor pun, gue sangat maksa diri gue utk bicara. Karena kantor gue cukup konservatif, gue pun bbrp kali dibilang "vokal", "over confidence", dan "berani". Padahal gue ngga akan ngomong kalau ngga perlu. Kalau bertele2, gue pun memilih japri. Dan hasil psikotest gue bilang gue anaknya ngga pedean. I just mustered up my courage to speak my voice. Kalau ngga, yang salah ngga tau kalau dia salah, dan yg benar bisa jadi merasa dirinya salah.
Speak up is not an easy task, terutama buat introvert kayak gue. Well it’s easier if you have competency. So build up your competency, work well, and do speak up. Your voice will be heard if you are trusted. Kalau org percaya kerja lo bagus dan lo orang yang baik, apapun yg lo sampaikan pasti didengar yg lain.
So, yuk kita sama2 latihan tidak jadi orang yang netral. Sounds so normative, but so what?
Thursday, December 26, 2019
Gratitude Journal
Akhir-akhir ini agak sering pengen ngeluh. Aneh banget dehh kayaknya apa-apa salah gtu. Stres kerjaan juga kok ampe gni amat.Trs tetiba kemarin pas lg di Gojek pulang, ngerasa kok gue lagi kurang bersyukur ya. Padahal hidup nyaman banget (ampe gembrot gini) wkwk.
Kenapa gue nulis gini. ceritanya kemarin pas lagi di Gojek, sebenernya gue lg liat abang delivery KFC or Hokben gtu dorong motornya. Kebayang dia lagi buru2 nganter makanan, tapi motornya mogok or abis bensin. Sementara gue di sisi jalan lain, lagi antri macet di lampu merah. Di situ harusnya gue bersyukur kejebak macet mau pulang, dibandingkan bapak itu, masih kerja dan motornya mogok pula.
Lalu malam itu, gue mikir, ada berapa banyak sih hal yang belum gue syukuri dengan baik?
1. Bersyukur bisa jalan keringetan kepanasan, karena ada banyak orang yang ngga kuat jalan.
2. Bersyukur bisa ada di tengah mal yang penuh kayak pasar, di mana banyak orang yg ngga akan pernah kenal mal
3. Bersyukur begadang kerja or belajar, karena ada banyak orang yg pengen bisa kerja or sekolah walau sampe malem
4. Bersyukur basah keujanan, karena banyak daerah yang kekeringan
5. Bersyukur masih bisa wudu pake air, karena banyak orang yg susah air atau banyak kondisi dimana kita ngga bisa wudu pake air
6. Bersyukur gendut kebanyakan gizi, karena ternyata ada banyak org yg pengen ngegendutin badan
7. Bersyukur bobo ampe kesiangan, karena ada banyak orang yg ngga bisa tidur
8. Bersyukur bisa pee and pup, karena ada banyak orang yg ngga bisa
9. Bersyukur keberisikan tetangga atau kucing liar, karena ternyata ada banyak tempat yg sepi dan kdg sepi itu menyiksa
Well. Sekian racauan malam-malam. Namanya juga manusia, hobinya ngeluh. Tapi mudah2an ini jadi note to myself dan membantu untuk tetap melihat sisi lain dari kehidupan. Seperti resolusi dari beberapa tahun lalu. I need to keep my gratitude journal.
But for now, I need to work on my pile of clothes alias nyetrika wkwk.
See you next time.
Monday, June 24, 2019
Setajam Silet
Well, good thing sbnrnya, gue berada di lingkungan yang memungkinkan itu semua. Mungkin yg ngga suka udh pada kabur ya hehe. Gue belajar bahwa dengan jujur mengungkapkan apa yg kita rasakan, kita juga jadi latihan memahami emosi yg dirasakan. Selanjutnya kita belajar menyampaikan dengan baik supaya message tersalurkan dgn baik. Dan kita juga belajar untuk memahami emosi orang lain.
Tapi side effectnya, gue semacam sering kelupaan ngomong hal-hal yang ternyata "tajam". Well beberapa temen pernah cerita soal yg gue ucapin dan gue ga inget samsek. Waks gawat banget ngga si? Gue sadar betul, salah satu kelemahan gue adalah ucapan yg seringnya ngga pake filter dan menyakiti. Kombinasi antara kelewat jujur dan ngga bisa kontrol emosi.
Jadi kalau ada yg dengar/lihat gue lagi setajam silet, please let me know. I have been working on it since forever and will do it continuously.